Sri Mulyani Lega, Ekonomi Tumbuh 3,69% Sesuai Skenario

ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Lega, Ekonomi Tumbuh 3,69% Sesuai Skenario

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 07 Feb 2022 22:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 yang sebesar 3,69% sesuai skenario pemulihan ekonomi. Begitu juga dengan realisasi kuartal IV-2021 yang sebesar 5,02%.

Sri Mulyani mengatakan realisasi itu cukup dekat dengan proyeksi Kementerian Keuangan di mana pada kuartal IV-2021 adalah 5,1% dan keseluruhan tahun 3,7%. Seluruh komponen disebut memberi kontribusi terhadap perekonomian baik dari konsumsi rumah tangga hingga perdagangan.

"Angka ini cukup dekat dengan proyeksi/forecast Kemenkeu disampaikan awal tahun Januari 2022," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram resmi miliknya @smiindrawati, Senin (7/2/2022).

Seluruh sektor juga alami perbaikan di antaranya manufaktur, perdagangan, konstruksi, transport pergudangan, pertambangan, informasi/komunikasi.

"Ini perkembangan yang bagus, sesuai dengan skenario pemulihan ekonomi," tuturnya.

Pada 2022 ini, kata Sri Mulyani, tantangan perekonomian tetap dinamis dan harus diwaspadai. Seperti pandemi COVID-19 terlebih varian Omicron yang meningkat, lingkungan global yang semakin menantang karena tapering kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi di negara maju, hingga ketegangan geopolitik yang meningkat menimbulkan tambahan ketidakpastian.

"APBN uang kita akan terus menjadi instrumen penting dalam pemulihan ekonomi yang fleksibel, responsif dan akuntabel. APBN tetap secara bertahap dikonsolidasikan agar tercapai 3 tujuan penting: (1) kesehatan ekonomi, (2) kesehatan rakyat dan (3) kesehatan APBN," tandasnya.

Sebagai informasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada 2021, meski di tengah pandemi, tetap tumbuh sebesar 3,69%.

"Secara kumulatif ekonomi Indonesia 3,69%. Ini jauh lebih bagus kalau dibandingkan kondisi 2020 di mana 2020 itu ekonomi Indonesia kontraksi 2,07%. Jadi melihat berbagai catatan peristiwa yang terjadi kuartal IV-2021, pemulihan kesehatan jadi faktor penting untuk pemulihan ekonomi," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022).

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT