Siap-siap! Industri Ramah Lingkungan Butuh 24 Juta Pekerja

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 09 Feb 2022 17:28 WIB
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2019 berada di level 5,01%. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2018.
Ilustrasi lowongan kerja/Foto: dok. April
Jakarta -

Indonesia bergerak ke ekonomi hijau yang ramah lingkungan. Pekerjaan yang berbasis ramah lingkungan pun bakal segera marak bermunculan. Bangkitnya sektor transisi energi di Indonesia dianggap sebagai salah satu tonggak penting dalam pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.

Pemerintah pun mulai menyiapkan sumber daya manusia Indonesia agar bisa menjadi pekerja ramah lingkungan.

"Kami menyadari bahwa sudah saatnya Indonesia memiliki pemahaman menyeluruh tentang pekerjaan ramah lingkungan yang dapat diterapkan secara nasional," jelas Menteri Negara PPN/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam keterangannya, Rabu (9/2/2022).

Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organizaton/ILO) menyatakan pekerjaan ramah lingkungan dapat menciptakan 24 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2030. Hal ini kemudian berdampak pada adanya kebutuhan profil keterampilan dan kualifikasi serta kerangka pelatihan baru.

Maka dari itu, pemerintah saat ini mulai menggandeng Jerman untuk menyiapkan tenaga kerja ramah lingkungan. Proyek Innovation and Investment for inclusive Sustainable Economic Development (ISED) pun sudah dilakukan oleh kedua negara.

Salah satu cara untuk mempromosikan pekerjaan ramah lingkungan, ISED menyelenggarakan konferensi pekerjaan ramah lingkungan 8 Februari kemarin.

Konferensi ini akan mengikutsertakan pemangku kepentingan terkait, yang terdiri dari institusi pemerintah, pihak swasta, mitra pembangunan internasional, serta akademisi.

Dalam acara itu, ISED memaparkan definisi, cakupan, pemetaan okupasi, hingga kebijakan yang diperlukan untuk mendukung implementasi pekerjaan ramah lingkungan di Indonesia.

"Dalam konteks 'menghijaukan' sumber daya manusia, Jerman telah banyak mengembangkan pekerjaan ramah lingkungan dan "menghijaukan" pekerjaan yang ada saat ini dengan melakukan pembaruan keterampilan hingga kurikulum." Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang diperlukan untuk menjawab tantangan domestik maupun global. "Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Jerman siap mendukung komitmen Indonesia dalam meningkatkan dan 'menghijaukan' sumber daya manusianya," ujar Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN & Timor-Leste, Ina Lepel.



Simak Video "Jokowi Sebut Kawasan Industrial Park Kaltara Serap 100 Ribu Tenaga Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)