Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok Naik 21%, Ini Pemicunya

ADVERTISEMENT

Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Priok Naik 21%, Ini Pemicunya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 10 Feb 2022 20:45 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kenaikan jumlah bongkar muat selama 2021. PT Pelabuhan Tanjung Priok atau dikenal sebagai PTP Multipurpose mencatat kenaikan throughput pada 2021 sebanyak 21% dibandingkan dengan 2020.

Dengan capaian itu, PTP Multipurpose pun mencatat kenaikan pendapatan usaha pada 2021 sebesar 24% dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama PTP Multipurpose Rino Wisnu Putro menyatakan capaian kinerja yang baik ini dapat terwujud karena adanya perluasan area operasional. Rino menjelaskan terdapat penambahan dua cabang baru PTP Multipurpose, yaitu Pontianak dan Sunda Kelapa.

"PTP Multipurpose terus melakukan improvement di segala bidang untuk mencapai target. Kinerja keuangan, operasional, dan komersial serta seluruh elemen perusahaan selalu kami tingkatkan agar visi perusahaan menjadi operator terminal multipurpose yang terdepan dan professional dapat terwujud," kata Rino dalam keterangannya, Kamis (10/2/2022).

Kinerja tahun 2021, khususnya pada capaian throughput bongkar muat menurut Rino telah melewati capaian di masa sebelum pandemi, atau tepatnya pada 2019. Kini pada 2022 PTP Multipurpose menargetkan kenaikan throughput bongkar muat sebesar 28%.

"Saya optimis, di tahun 2022 dengan kompetensi sumber daya manusia dan pengalaman PTP Multipurpose dalam mengelola bisnis non petikemas mampu memberikan nilai tambah kepada stakeholder maupun customer sekaligus peningkatan pendapatan perusahaan," ujar Rino.

Perlu diketahui bahwa pada 1 Oktober 2021, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) telah melakukan penyatuan perusahaan pelabuhan di Indonesia sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepelabuhanan dan mendukung peningkatan kelancaran arus logistik Nasional.

Setelah penggabungan, PTP Multipurpose menjadi salah satu anak perusahaan dari subholding non peti kemas yaitu PT Pelindo Multi Terminal. Penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dapat menciptakan kesempatan yang lebih luas pada PTP Multipurpose dalam memperoleh pasar di wilayah Indonesia.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT