Pengusaha Ritel Bantah Timbun Minyak Goreng: Nggak Masuk Akal!

ADVERTISEMENT

Pengusaha Ritel Bantah Timbun Minyak Goreng: Nggak Masuk Akal!

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 11 Feb 2022 08:56 WIB
Rak minyak goreng di minimarket kosong/Aldiansyah Nurrahman-detikcom
Foto: Rak minyak goreng di minimarket kosong/Aldiansyah Nurrahman-detikcom
Jakarta -

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membantah tuduhan menimbun minyak goreng di balik kosongnya stok Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan kelangkaan minyak goreng terjadi karena pasokan minyak goreng dari produsen dan distributor yang memang belum optimal.

Kemudian, menurunnya animo masyarakat untuk membeli minyak goreng lebih besar karena harga yang terjangkau, sesuai program pemerintah untuk menstabilkan harga.

"Bagaimana mungkin dan tidak masuk di akal sehat, ketika saat ini kita sendiri masih belum terpenuhi pasokan berdasar purchasing order (PO) kepada distributor minyak goreng kepada gerai gerai kami dan selalu langsung habis di beli oleh konsumen dalam waktu 2-3 jam sejak gerai dibuka, dengan demikian dari mana lagi stok nya untuk menjual ke pasar rakyat" katanya dalam keterangan resmi, Jumat (11/2/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan tidak ada urgensi atau kepentingan ritel modern harus menahan stok minyak goreng di gudang. Mengingat gudang peritel sangat terbatas, karena berisikan berbagai macam barang.

Roy mengatakan model bisnis ritel modern adalah pengecer (retailer) yang langsung menjual produk ke end user atau konsumen akhir sehingga tidak akan mungkin menjual barang-barangnya kepada agen atau pihak lain lagi.

"Kami menyayangkan berita dan sangkaan bahwa ritel modern menghambat penyaluran minyak goreng kepada masyarakat, disaat kami mendukung sepenuhnya dan membantu pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng secara merata, terjangkau dan fair, kepada masyarakat" jelas Roy.

Pada prinsip dasar operasional ritel adalah produk yang dikirimkan dari produsen dan distributor ke gudang peritel, maka akan langsung distribusikan ke gerai dan langsung dijual kepada masyarakat.

"Bukan hanya minyak goreng, tapi semua dan berbagai produk yang ada di gerai juga seperti itu." jelas Roy.

"Perlu pula diinformasikan, bahwa tidak semua gerai yang berada di luar pasar tradisional / rakyat adalah ritel modern, ada warung atau toko tradisional, toko agen, toko grosir dst yang bukan format ritel modern dan yang bukan anggota ritel modern Aprindo," tandasnya.

Sebagai informasi, Ombudsman Republik Indonesia (RI) mengungkap temuan di balik langkanya stok minyak goreng. Temuan ombudsman di antaranya penimbunan, pengalihan, dan panic buying.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Harga Melonjak, Stok Minyak Goreng di Pasar Wates Masih Langka"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT