ADVERTISEMENT

Mau Ikutan Bisnis Klub Sepak Bola Ala Artis? Segini Modalnya

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Minggu, 13 Feb 2022 16:30 WIB
Timnas Indonesia menang telak atas Kepulauan Mariana Utara pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-16 di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (18/9/2019). Garuda Muda menang 15-1.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Bisnis di dunia sepakbola bukan hal yang mustahil. Kesempatan untuk jadi pemilik sepakbola seperti Raffi Ahmad, Gading Marten, dan Prilly Latuconsina terbuka untuk siapa pun.

Sebagai pebisnis apa pun, termasuk sepakbola pasti lah memerlukan modal. Hal yang perlu dicermati dalam permodalan bisnis sepakbola adalah tingkat kompetisi yang diikuti klub yang diincar para calon pebisnis.

Di Indonesia, terdapat tiga tingkat kompetisi sepakbola, yakni dari yang paling rendah Liga 3, kemudian di atasnya ada Liga 2, dan yang paling tinggi Liga 1. Dari kasta inilah letak perbedaan besaran modal bisnis.

Modal bisnis yang dikucurkan untuk klub bola yang bermain di kasta kompetisi yang lebih rendah, lebih murah dibandingkan dengan klub bola yang bermain di kompetisi tinggi.

Pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni mengungkapkan, untuk Liga 3 modal yang diperlukan sebesar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.dalam semusim.

"Kalau kaya Prily yang klubnya bermain di Liga 3, itu jika dikelola dengan normal Rp2 miliar hingga Rp5 miliar dalam semusim itu bisa. Normal artinya tidak jor-joran, tidak ada yang mengakali," katanya, kepada detikcom, Minggu (13/02/2022).

Sementara di Liga 2, kasta klub yang dimana klub Raffi bermain, membutuhkan modal Rp10 miliar hingga Rp20 miliar.

"Modal itu untuk gaji dan segala macam. Jadi satu musim di Liga 2 itu rentang waktunya sekitar 6-7 bulan, ya itu sekitar Rp 20 miliar. Kurang dari Rp 20 miliar pun bisa tergantung bagaimana kita mengelolanya. Bahkan di Liga 2 ada klub yg dikelola Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar saja bisa," jelasnya.

Akan tetapi, pria yang disapa Bung Kus ini menyampaikan pendekatan yang dilakukan Raffi berbeda dengan klub lainnya. Raffi mengucurkan modal yang lebih dari yang biasanya klub Liga 2 punya.

Terakhir, untuk kasta kompetisi tertinggi, yakni Liga 1, modal yang diperlukan mencapai Rp 40 miliar dalam semusim.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT