10 Negara Terkaya Dunia di Era Pandemi, Ada Indonesia?

Kholida Qothrunnada' - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 11:10 WIB
Deretan Negara yang Kebijakan Ekonominya Keren dalam Hadapi Corona

Pandemi Corona membuat perekonomian di berbagai negara mengalami krisis global. Ada beberapa negara yang telah menerapkan strategi ekonominya dengan matang. Seperti Australia, Malaysia, Singapore dan Jepang.
Foto: Getty Images/Carl Court
Jakarta -

Selama pandemi tentunya semua negara mengalami tekanan ekonomi. Pandemi yang hampir berlangsung dua tahun lebih ini, tentu banyak mempengaruhi nasib negara-negara kaya di dunia.

PDB adalah indikator nilai ekonomi sebuah wilayah, berisi gabungan dari barang dan jasa yang diproduksi di wilayah itu. Semakin tinggi rerata PDB/populasi di sebuah negara, maka negara itu bisa dikatakan semakin sejahtera.

Menurut data Bank Dunia, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) global per 2020 mencapai US$ 84,68 triliun atau setara dengan Rp 1.214,71 kuadriliun.

Dalam membandingkan nilai kekayaan warga antara negara, digunakan metrik perhitungan yakni Purchasing Power Parity (PPP). PPP akan menempatkan sekelompok barang, lalu membandingkanya dengan berapa dana yang diperlukan warga di setiap negara (berdasarkan kurs masing-masing) untuk membeli produk.

Artinya, semakin tinggi nilai PDB/kapita dalam perhitungan metrik PPP, maka semakin kaya pula warga di negara tersebut.

Efek pandemi terlihat dari surutnya nilai PDB/kapita di negara-negara yang berada di posisi puncak rerata PDB (dengan memasukkan faktor perhitungan PPP). Jika dibagi dengan seluruh populasi, PDB dunia bernilai US$ 17.082,8/kapita, turun dari posisi 2019 (US$ 17.598,4).

Negara kaya era pandemi adalah negara dengan nilai ekonomi per kapita terbesar dunia yang turun sedikit bahkan bisa tak berubah.Lalu, negara apa saja yang masuk dalam negara terkaya di dunia?

Dilansir dari laman Global Finance, Minggu (14/02/2022), berikut adalah 10 negara terkaya tahun 2021.

Daftar Negara Terkaya di Dunia 2021 dalam Era Pandemi

Luksemburg

Luksemburg adalah negara terkaya di dunia nomor satu dengan PDB US$ 118.503,6 per kapita. Sebelum pandemi, Negara di Eropa Barat ini bisa mencapai PDB sebesar US$ 119.415,5 pe kapita.

Sumber keuangan Negara Luksemburg didominasi dari sektor jasa keuangan dan industri. Maka tak heran, negara berpenduduk sekitar 630.000 masyarakatnya bisa menikmati standar hidup tertinggi di Zona Eropa.

Irlandia

Negara dengan 5 juta penduduk ini bisa sehat secara fiskal, dengan cara meningkatkan tingkat ketenagakerjaannya. Jika, melihat PDB per kapitanya, Irlandia hampir dua kali lipat naik dalam waktu singkat.

Irlandia merupakan negara julukan surga pajak perusahaan terbesar di dunia.Pada tahun 2019, ketika Zona Euro hanya tumbuh 1,5%, ekonomi Irlandia berkembang lebih dari 4,9%, negara dengan pertumbuhan tercepat di benua Eropa.

Singapura

Singapura menjadi negara terkaya di Asia Tenggara, yang masuk daftar atas negara terkaya di era pandemi dengan dengan nilai PDB/kapita yang juga turun menjadi US$ 98.483,3, dari setahun sebelumnya US$ 102.573,4/kapitas.

Pada tahun 2020 ekonomi Singapura sempat anjlok ke rekor 5,4%, sehingga menjadi catatan pahit kdalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade negara itu.

Singapura diperkiraan memiliki kekayaan bersih $23 miliar, yang juga menjadi surga fiskal yang makmur di mana keuntungan modal dan dividen bebas pajak. Saat ini, Singapura adalah pusat perdagangan, manufaktur, dan keuangan yang berkembang pesat.

Qatar

Dampak COVID-19 sempat membuat Qatar mengalami krisis kelebihan pasokan dan permintaan. Meski begitu, ekonomi negara ini telah menunjukkan ketahanan tertentu berkontraksi dengan relatif moderat 3,5% pada tahun 2020 dan telah tumbuh sekitar 2% pada tahun 2021, dan sekarang diproyeksikan untuk pulih di tengah peningkatan produksi gas dan investasi dalam persiapan untuk Piala Dunia 2022.

Cadangan minyak, gas, dan petrokimia negara itu begitu besar, dan populasinya sangat kecil yang hanya 2,8 juta itu menjadikan negara ini berhasil menduduki puncak daftar negara terkaya di dunia selama 20 tahun.

Swiss

Menurut Laporan Kekayaan Global terbaru oleh Credit Suisse, 14,9% populasi orang dewasa di Swiss memiliki aset senilai lebih dari satu juta dolar AS. Pandemi tentunya sempat menurunkan dan tidak bisa melindungi ekonomi Swiss, sehingga tahun 2020 produksi disana turun sebesar 2,5%.

Merespons hal itu, kebijakan yang cepat dan berkelanjutan menjadi langkah-langkah penahanan, untuk peningkatan ekonomi Swiss, dengan keuangan publik dan rumah tangga yang solid, industri ekspor yang kompetitif, dan ketergantungan yang rendah pada kontak- sektor intensif.

Uni Emirat Arab

Saat ini, penduduk UEA sangat menikmati kekayaan yang cukup besar. Selain itu, disana juga menjadi pusat arsitektur Islam tradisional bercampur dengan pusat perbelanjaan yang mewah, dan pekerja yang mendapatlan gaji bebas pajak.

Perekonomian Uni Emirat Arab di luar sektor hidrokarbon yang secara tradisional dominan, pariwisata dan konstruksi, serta perdagangan dan keuangan, adalah industri-industri besar di negara ini. Pandemi juga sempat membuat negara ini, yakni penurunan harga minyak mentah. Nama pemulihan harga minyak mentah, telah kembali juga hingga Maret 2022.

Norwegia

Norwegia adalah produsen minyak bumi utama Eropa barat, yang menjadi keuntungan negaranya selama beberapa dekade dari kenaikan harga. Pandemi membuat harga jatuh pada awal 2020, pada kuartal kedua tahun itu, Norwegia turun sebesar 6,3%, penurunan terbesar dalam setengah abad.

Kemudian, pada tahun 2021, berhasil mendapatkan kembali sebagian besar penurunan selama bulan-bulan sebelumnya, dengan tumbuh secara keseluruhan sekitar 3%. Orang Norwegia memiliki dana kekayaan negara senilai $1,3 triliun. Angka PDB per kapita yang tinggi itu mencerminkan kesejahteraan finansial masyarakat.

Amerika Serikat

Banyak warga negeri Paman Sam itu yang kehilangan pekerjaan dan bisnisdi era pandemi. Namun, bagi mereka yang berada di kuintil populasi terbatas dengan penghasilan lebih dari $60.000 setahun masih bisa bekerja dari rumah dan melakukan investasi saham mereka sehingga nilainya tumbuh.

Menurut Institute for Policy Studies, pada Maret 2020 dan April 2021, kekayaan kolektif 719 miliarder Amerika melonjak $1,62 triliun, atau 55%, dari $2,95 triliun menjadi $4,56 triliun.

Makau SAR

Dulunya negara ini merupakan koloni Kekaisaran Portugis, sejak industri game diliberalisasi pada tahun 2001, wilayah administratif khusus Republik Rakyat Tiongkok ini mengalami pertumbuhan kekayaan yang luar biasa.

Dengan populasi lebih dari 600.000, dan lebih dari 40 kasino tersebar di wilayah sekitar 30 kilometer persegi, semenanjung sempit di selatan Hong Kong ini secara harfiah sebagai mesin penghasil uang.

Brunei Darussalam

Brunei menjadi negara Asia Tenggara yang berhasil masuk daftar 10 negara terkaya di dunia. Kekayaannyaberasal dari cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar. Diperkirakan kekeyaanya ada sekitar $28 miliar, lebih dari 50 kali lipat kekayaan Ratu Elizabeth dari Inggris.

Menariknya, jika dilihat dari daftar negara tertingginya, justru negara-negara terkaya adalah negara yang memiliki luas wilayah kecil.

Lalu, apakah Indonesia masuk negara terkaya di Dunia?

Jika mengacu pada data Bank Dunia, Indonesia berada urutan 97 dengan nilai PDB/kapita sebesar US$ 12.068,24 pada 2020, turun 1,975% dari angka 2019 senilai US$ 12.311,5/kapita.

Urutan Indonesia tersebut sangatlah jauh, jika dibandingkan dengan Singapura dan Brunei Darussalam yang masuk di daftar 10 negara terkaya di dunia.

Faktor populasi menjadi penyebabnya. Secara absolut, total nilai PDB mereka jauh lebih kecil dari Indonesia yakni hanya US$ 501,8 miliar (Thailand), US$ 340 miliar (Singapura), US$ 336,7 miliar (Malaysia), dan US$12 miliar (Brunei). Bandingkan dengan nilai PDB kita yang pada periode sama (2020) mencapai US$ 1.058 triliun.

Hanya saja, karena populasi Indonesia sangat besar, maka nilai PDB yang jumbo itupun terpecah menjadi tipis karena faktor pembaginya yang sangat besar. Populasi Indonesia pada periode sama mencapai 237,5 orang, sementara Thailand, Malaysia, Singapura hanya 69,8 juta, 32,37 juta dan 5,69 juta.

Simak juga Video: Saham Mark Zuckerberg Merosot, Kini Tak Masuk Daftar 10 Orang Terkaya

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)