ADVERTISEMENT

DPR Panggil Bos Waskita Bahas Suntikan Modal Negara

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 11:26 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi VI DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono hari ini. Rapat kali ini membahas progres pelaksanaan penyertaan modal negara (PMN) 2021 dan rencana PMN 2022.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima dan dibuka sekitar pukul 10.30 WIB

"Menurut laporan dari sekretariat yang menandatangani daftar hadir, baik yang hadir secara fisik maupun yang hadir secara virtual ada 21 anggota dengan jumlah fraksi 8," kata Aria Bima membuka rapat, Senin (14/2/2022).

"Oleh karena itu izinkan saya membuka rapat dengar pendapat hari ini, dan rapat saya nyatakan terbuka untuk umum," tambahnya.

Aria mengatakan, sesuai dengan undangan yang disampaikan, agenda rapat hari ini untuk membahas proses pelaksanaan PMN tahun 2021 dan rencana PMN 2022.

Lanjutnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu fokus pemerintah. Pembangunan infrastruktur tersebut salah satunya tol.

"Seperti yang kita ketahui bahwa untuk pembangunan infrastruktur merupakan salah satu dari lima fokus utama pemerintah saat ini. Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan merata, salah satunya adalah akses jalan tol," kata Aria.

Dia menuturkan, adanya tol ini diharapkan meningkatkan konektivitas dan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

"Diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar daerah yang berdampak pada pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.



Simak Video "KPK Tahan Eks Kadiv I Waskita Karya di Kasus Korupsi Kampus IPDN Gowa"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT