Pabrik Semen Andalas Sumbar Tawari Cemex Rp 4 triliun
Sabtu, 13 Mei 2006 12:26 WIB
Padang -
Pabrik semen BUMD Sumatra Barat (Sumbar), PT Andalas Tuah Sakato (ATS), menyediakan dana Rp 4 triliun untuk membeli 24,9 persen saham Semen Gresik milik Cemex SA. ATS telah melobi Menneg BUMN Sugiharto untuk memuluskan rencana pembelian saham tersebut. Cemex sendiri telah menjual saham itu kepada grup Rajawali, milik Peter Sondakh pada 4 Mei 2006 senilai US$ 337 juta (Rp 3,28 triliun). Namun jual beli Cemex-Rajawali belum final, karena harus menunggu persetujuan pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham terbesar Semen Gresik.Cemex menunggu lampu hijau pemerintah untuk bisa menyelesaikan perjanjian jual beli bersyarat atau conditional of Sale Purchase Agreement (CSPA), dalam 15 hari sejak dilakukannya transaksi.ATS semangat membeli saham Semen Gresik karena didalamnya ada aset daerah yakni PT Semen Padang. Rencananya ATS akan menggandeng Presidio Capital Advisors Singapura sebagai mitra bisnis untuk pendanaannya. "Kami sudah menandatangani kesepakatan dengan konsorsium. Bila niat itu terwujud setidaknya Rp 75 miliar per tahun akan masuk ke kas daerah. Kita minta kesempatan pada Cemex untuk ikut bertarung dan telah menyiapkan dana sebesar Rp 4 triliun," kata Komisaris PT ATS, Basril Thaher.Hal itu disampaikan Basril dalam jumpa pers bersama Gubernur Sumatra Barat, Gamawan Fauzi di Kantor Gubernuran Sumbar, Jalan Sudirman, Padang, Jumat malam (12/5/2006)."Dana yang disiapkan untuk membeli saham itu tidak berasal dari APBN maupun APBD. Pemprov Sumbar sebagai pemilik saham mayoritas di PT ATS memang berminat untuk membeli saham itu," ujar Gamawan.Dikatakan Gamawan, untuk mengejar kepemilikan saham itu manajemen ATS, sudah menemui Menteri Negara BUMN Sugiharto dan mendapat respons positif. Menurut Gamawan, keuntungan dari pembelian saham tersebut sangat berarti bagi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) Sumbar yang minim sumber daya alam.
(/)










































