ADVERTISEMENT

5 Bos BUMN yang Pernah Diusir saat Rapat Bareng DPR

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 14 Feb 2022 16:16 WIB
Dirut PT Krakatau Steel
Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta -

Rapat dengar antara Komisi VII DPR dan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Silmy Karim berlangsung panas. Wakil Ketua Komisi VII Bambang Haryadi sampai mengusir Silmy Karim karena memotong pembicaraan.

Pengusiran terhadap bos BUMN saat rapat di DPR ini bukanlah yang pertama kali terjadi. detikcom mencatat, ada beberapa bos BUMN yang diusir saat rapat karena berbagai sebab. Ini daftarnya:

1. Orias Petrus Moedak

Rapat Komisi VII dan Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak pada Juni 2020 lalu diwarnai tensi tinggi. Sebab, seorang anggota sempat mengusir Orias dari ruang rapat.

Panasnya rapat DPR berawal saat Anggota Komisi VII Muhammad Nasir meminta penjelasan terkait pelunasan utang Inalum dari penerbitan obligasi, di mana obligasi itu untuk akuisisi PT Freeport Indonesia. Orias menjawab jika obligasi itu ada beberapa dengan jatuh tempo paling lama 30 tahun.

"Jadi sampai 30 tahun kalau perusahaan lancar baru selesai kalau kita mati tak selesai nih barang nanti, ganti dirut lain, lain lagi polanya. Makanya itu yang saya pertanyakan kepentingan mengalihkan Freeport sebenarnya kepentingan politik," kata Nasir di Komisi VII, 30 Juni 2020 lalu.

Nasir memberi catatan, kunci utang ialah jika pembayaran lancar dan bagus. Jika tidak, barang disita. Ia juga menduga anak perusahaan di bawah holding tambang menopang utang ini. Sebab itu, ia minta data detilnya.

"Makanya saya minta data detilnya mana?" tanya Nasir.

Orias menjawab akan disampaikan. Tapi, Nasir tak puas. Ia tak ingin kejadian ini terulang lagi. Ia menegaskan, jika itu terulang maka ia menyuruh keluar ruangan rapat.

"Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak keluar ruangan ini," kata Nasir.

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan saya keluar," timpal Orias.

Nada Nasir pun meninggi. Bahkan, ia sampai menggebrak meja. "Bapak bagus keluar, karena nggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," katanya nada tinggi dengan menggebrak meja.

2. Silmy Karim

Wakil Ketua Komisi VII Bambang Haryadi mengusir Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam rapat dengar pendapat yang digelar hari ini, Senin (14/2). Silmy diusir karena memotong pembicaraan Bambang.

"Yang saya unik ini gimana pabrik untuk blast furnace ini dihentikan, tapi satu sisi ingin memperkuat produksi dalam negeri. Jangan maling teriak maling gitu-lah. Jangan kita ikut bermain, pura-pura nggak ikut bermain," kata Bambang.

Silmy pun mempertanyakan maksud pernyataan Bambang mengenai maling. Lantas Bambang menjawab pertanyaan Silmy.

"Kita dalam artian Anda menyatakan bahwa ini ingin memperkuat, tapi di satu sisi Anda ingin menghentikan (pabrik blast furnace). Jadi mana semangat untuk memperkuatnya?" tanya Bambang.

Lalu Bambang menyinggung soal kasus baja yang sudah bergulir di Polda Metro Jaya yang menyeret perusahaan Kimim Tanoto. Bambang menyebut bahwa mereka adalah anggota Asosiasi Besi dan Baja Nasional/The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) yang digawangi oleh Silmy.

"Di sini saya sebagai Dirut Krakatau Steel, bukan sebagai Ketua IISIA," ujar Silmy memotong pembicaraan Bambang.

"Anda tolong ini dulu hormati persidangan ini. Ada teknis persidangan. Kok Anda kayaknya nggak pernah menghargai Komisi. Kalau sekiranya Anda nggak bisa ngomong di sini, Anda keluar," tegas Bambang.

Lalu Silmy langsung menjawab akan bersedia keluar ruang rapat Komisi VII DPR RI. "Baik, kalau memang harus keluar, kita keluar," ujarnya.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Fakta-fakta Dirut Krakatau Steel Diusir dari Rapat dengan DPR"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT