Negara Maju Mulai Normalisasi Kebijakan Moneter, RI Harus Apa?

ADVERTISEMENT

Negara Maju Mulai Normalisasi Kebijakan Moneter, RI Harus Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2022 13:08 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi secara kumulatif atau sampai September 2018 sebesar 5,17%.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy

Negara Berkembang Perkuat Daya Tahan

Selanjutnya, untuk negara berkembang perlu memperkuat daya tahan agar dampak normalisasi negara maju tetap bisa mendukung pemulihan ekonomi domestik.

Dia mengatakan di Indonesia, Perry mengatakan hal ini membutuhkan bauran kebijakan BI. Menurutnya Indonesia cukup beruntung karena koordinasi pemerintah, BI dan KSSK berjalan sangat baik.

"Tidak hanya dalam percepatan vaksinasi, tapi juga kebijakan-kebijakan moneter, fiskal, KSSK (terkoordinasi) secara baik," jelas Perry.

Selain itu, agar bisa menghadapi normalisasi kebijakan negara maju, maka negara berkembang perlu menjalin kerja sama antar bank sentral. "Termasuk bilateral currency swap arrangement dan penggunaan bilateral local currency promosi perdagangan dan investasi. Inilah tiga langkah utama untuk menghadapi proses normalisasi," tambahnya.


(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT