Ini Daftar Lengkap Direksi-Komisaris Citilink, Ada Jubir Kemenhub

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 21 Feb 2022 16:11 WIB
Pesawat ATR Citilink di Bandara Ngloram Blora
Foto: Citilink
Jakarta -

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati diangkat menjadi komisaris maskapai penerbangan pelat merah Citilink. Maskapai ini adalah anak usaha dari Garuda Indonesia di sektor penerbangan berbiaya murah alias low cost carrier (LCC).

Citilink memang baru saja melakukan perombakan besar pada susunan manajemennya, direktur utama Citilink pun baru saja diganti. Awalnya direktur utama diemban oleh Juliandra, kini digantikan posisinya oleh Dewa Kadek Rai.

Komisaris Utama Citilink Prasetio mengatakan bahwa perubahan susunan pengurus perusahaan menjadi langkah strategis, khususnya dalam menjadikan Citilink sebagai maskapai yang lebih inovatif di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang berlangsung saat ini.

"Perubahan susunan pengurus direksi maupun dewan komisaris ini kiranya dapat memberikan dampak positif bagi kinerja Citilink, agar dapat terus mendorong pertumbuhan yang signifikan. Serta dapat semakin mengoptimalkan peluang industri penerbangan khususnya pasar penerbangan Low-Cost Carrier yang akan semakin kompetitif di Indonesia kedepannya," kata Prasetio dilansir dari keterangannya, Senin (21/2/2022).

Melalui perubahan kepengurusan Perusahaan tersebut, maka dengan demikian susunan Direksi dan Komisaris PT Citilink Indonesia terhitung sejak 17 Februari 2022 adalah sebagai berikut:

Susunan Anggota Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Prasetio
Komisaris: Hasan M. Soedjono
Komisaris: Adita Irawati
Komisaris: Bambang Gutomo

Susunan Anggota Direksi
Direktur Utama: Dewa Kadek Rai
Direktur Niaga dan Kargo: Ichwan Agus
Direktur Operasi: Erlangga Sakti
Direktur Human Capital: Arief Adhi Sanjaya

Lebih lanjut, Keputusan Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) turut menyetujui Dewan Komisaris menunjuk seorang diantara Direksi lainnya, untuk menjalankan tugas dan fungsi sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Keuangan & Manajemen Risiko sementara waktu.

Baru kemudian nantinya akan ditentukan pejabat definitif atas jabatan lowong tersebut ditentukan oleh para pemegang saham perseroan.

(hal/dna)