Essar VS Marubeni Bersaing Rebut PLTU Cirebon

Essar VS Marubeni Bersaing Rebut PLTU Cirebon

- detikFinance
Senin, 15 Mei 2006 19:26 WIB
Jakarta - Setelah konsorsium Bakrie dan Indonesia Power "tersingkir" dalam tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon, kini giliran YTL Power International yang tak terhenti langkahnya. Dengan demikian, tinggal perusahaan asal India, Essar dan konsorsium Marubeni yang bersaing dalam tender pembangunan pembangkit berbahan bakar batubara itu."Kita akan kirimkan surat permohonan sanggahan kepada Essar dan Marubeni. Kita tunggu jawaban sampai 5 hari setelah surat dikirimkan. Senin pekan depan sudah kita tahu hasilnya, siapa yang akan menang," kata Juru Bicara PLN Muljo Adji kepada wartawan di Kantor PLN Pusat Jalan Trunojoyo Jakarta Selatan, Senin (15/5/2006). YTL gagal dalam tender karena perusahaan asal Malaysia ini mensyaratkan adanya government guarantee (garansi pemerintah) untuk pembangunan PLTU yang bisa memasok listrik 600 MW. Sebelumnya, sebanyak 11 perusahaan ikut dalam tender itu. Namun kemudian tersisa 4 perusahaan. Konsorsium Bakrie dan Indonesia Power gugur karena terlambat menyampaikan bid security dan belakangan YTL.Essar dan konsorsium Marubeni yang terdiri dari Konipo, Tripatra dan Samptan menawar lebih rendah harga listrik dalam tender itu berdasarkan harga perhitungan sendiri (HPS) PLN yang sebesar US$ 4,480 sen per kwh. Marubeni menawarkan US$ 4,363 sen per kwh dan Essar Group menawarkan US$ 4,402 per kwh. "Kedua perusahaan ini tidak mensyaratkan government support," tandasnya.PLTU Cirebon ini akan menggunakan batubara yang mempunyai kalori di atas 5000 kalori per kilogram. Diperkirakan akan memakan biaya investasi sekitar US$ 800 juta. "Tapi biaya investasi ini hanya perkiraan saja, kita tidak ada kaitan dengan biaya investasi karena yang kita beli hanya produk listriknya saja. Begitu juga soal asal batubaranya," ujarnya. Muldjo menjelaskan hasil final tender ini baru akan disampaikan pekan depan karena masih menunggu sanggahan dari kedua calon pemenang tender. "Masa sanggah kita beri waktu sampai 5 hari setelah itu PLN akan mengeluarkan letter of intent-nya," tegas Muljo yang juga general manager Pusat Pengaturan dan Pengendalian Beban Jawa Bali PLN itu. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads