Akuisisi Jembatan Nusantara, ASDP Kini Punya 219 Kapal

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Selasa, 22 Feb 2022 22:30 WIB
Kendaraan keluar dari kapal melintas di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (12/3/2021). PT Asdp Ketapang akan melakukan penutupan aktivitas penyeberangan dimulai pada 14 Maret pukul 00.00 WIB dan dibuka kembali pada 15 Maret pukul 05.00 WIB untuk menghormati umat Hindu di Bali yang merayakan Hari Raya Nyepi Caka 1943. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.
Penyeberangan kapal ASDP/Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi telah mengakuisisi salah satu perusahaan ferry swasta di Tanah Air, PT Jembatan Nusantara, di Jakarta, Selasa (22/02/2022).

Setelah akuisisi ini, total ASDP memiliki 219 unit kapal sehingga mengukuhkan posisi ASDP sebagai perusahaan ferry dengan jumlah armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Sebelum akuisisi ASDP telah memiliki 166 unit kapal. Setelah Jembatan Nusantara yang memiliki jumlah armada sebanyak 53 unit diakusisi jumlahnya menjadi 219 unit.

Selain itu, diketahui juga Jembatan Nusantara mengoperasikan enam lintasan Long Distance Ferry (LDF) yang otomatis juga LDF itu turut diakuisisi.

Dengan adanya akuisisi ini akan menambah portofolio kekuatan armada serta lintasan yang dioperasikan ASDP. Peningkatan armada dan lintasan dari Jembatan Nusantara, maka akan meningkatkan optimalisasi trip pelayaran dan lintasan komersial lain, dan pada akhirnya dapat mendongkrak pendapatan ASDP.

Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin mengatakan dengan bertambahnya portofolio komersial ini dapat menjadi langkah penting bagi ASDP yang sampai saat ini telah melayani sekitar 290 rute. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya adalah rute perintis yang berarti orientasi pelayarannya bukan untuk meraup profit semata. Dengan demikian, 30 persen sisanya merupakan rute komersial yang mampu menopang lintasan perintis berjalan dengan baik.

Akusisi Jembatan Nusantara itu secara resmi dilakukan melalui Penandatanganan Sales Purchasement Agreement (SPA) Jembatan Nusantara antara ASDP dengan PT Mahkota Pratama dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham Jembatan Nusantara.

Shelvy mengatakan bahwa akuisisi Jembatan Nusantara ini telah melalui proses panjang, yang diawali dengan kerja sama usaha selama dua tahun. Proses ini, termasuk due dilligence telah melibatkan lembaga internasional dan nasional serta para stakeholder demi memastikan semua proses telah sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance.

"Penandatanganan SPA hari ini menjadi momentum bersejarah sekaligus milestone, bukan hanya bagi ASDP namun bagi industri penyeberangan. Bahwa melalui akuisisi ini ASDP tidak hanya menjadi operator dengan armada terbanyak namun menjadi perusahaan terdepan dalam penerapan standarisasi keselamatan dan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa," tutur Shelvy.

Ia menambahkan, melalui akuisisi ini diharapkan ASDP dapat terus berkembang secara anorganik, menjadi pemimpin pasar serta memberikan kontribusi untuk melayani transportasi Indonesia lebih baik dengan semangat "Bangga Menyatukan Nusantara".