Bahan Baku Ada, Kok Minyak Goreng Langka?

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2022 08:00 WIB
minyak goreng
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/PhanuwatNandee
Jakarta -

Kelangkaan minyak goreng sempat bikin heboh. Sebab, masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya, baik di pasar tradisional maupun modern. Padahal bahan bakunya, minyak sawit (crude palm oil/CPO) melimpah. Apa yang terjadi?

1. Kebutuhan CPO

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman, menjelaskan bahwa bahwa produksi CPO pada 2021 sebanyak 56 juta metrik ton. Sedangkan kebutuhan CPO untuk membuat minyak goreng hanya 8,9 juta metrik ton. Jadi dapat dipastikan tidak ada isu kekurangan bahan baku.

Perlu diketahui bahwa dari 56 juta metrik ton produksi CPO Indonesia, 18,4 juta diantaranya digunakan untuk konsumsi dalam negeri, meliputi kebutuhan pangan, oleokimia dan biodiesel. Kemudian 34,2 juta metrik ton sisanya diekspor.

"Kebutuhan CPO untuk produksi migor (minyak goreng) itu hanya 8,9 juta metrik ton. Itu adalah kebutuhan CPO yang diperlukan sebagai bahan baku untuk produksi minyak goreng di dalam negeri. Jadi masih jauh sebetulnya dari ketersediaan bahan baku akibat dari pada produksi kita yang relatif cukup besar," katanya dalam webinar pelayanan publik dampak kebijakan DMO dan DPO terhadap ekspor CPO melalui saluran YouTube Ombudsman RI, Jumat (25/2/2022).

2. Biang Kerok Kelangkaan

Dia menjelaskan kelangkaan terjadi karena adanya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang berlaku pada produk CPO. Oleh karenanya pengusaha masih melakukan penyesuaian.

"Kenapa kemudian kok terjadi kelangkaan? Ini menurut saya, ini pandangan saya sendiri, ini disebabkan karena perlunya penyesuaian dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah saat ini," jelas Eddy.

Melalui kebijakan tersebut DMO, CPO dan produk turunannya sebesar 20% dari volume ekspor harus dijual ke dalam negeri, dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk CPO Rp 9.300 per kg, dan olein Rp 10.300 per kg.

"Nah ini yang sekarang ini masih di dalam masa transisi, artinya si eksportir dia harus mencari dulu bahan bakunya untuk dijual dengan harga sesuai dengan harga DPO, demikian juga produsen dia harus mencari bahan baku yang harganya sesuai dengan harga DPO. Ini masih dalam proses pencarian masing-masing itu tadi untuk mencapai suatu keseimbangan," sebut Eddy.

Kelangkaan minyak goreng karena biodiesel? Cek halaman berikutnya.

Simak juga 'Kunjungi Pasar Jambi, Mendag Sebut Ketersediaan Minyak Goreng Aman':

[Gambas:Video 20detik]