Masyarakat Rame-rame Jual Emas
Selasa, 16 Mei 2006 14:57 WIB
Jakarta - Membumbungnya harga emas plus faktor desakan kebutuhan akan uang tunai membuat masyarakat berbondong-bondong ke toko emas. Pemilik toko emas pun lebih banyak membeli ketimbang menjual emas.Misalnya saja Ibu Ani, yang ditemui detikcom di Pasar Emas Cikini, Jakarta, Selasa (16/5/2006) mengaku melego perhiasan emasnya karena harus segera membayar uang sekolah untuk anaknya."Ini saya jual untuk membayar sekolah, kan mau masuk tahun ajaran baru," kata Ani yang memiliki 1 putra yang akan masuk SMP.Sejumlah pedagang yang ditemui mengaku bahwa menjual emas pada saat ini memang cukup menggiurkan. Jika masyarakat membeli emas hanya sekitar Rp 90.000 per gram pada tahun lalu, maka saat ini emas mereka dihargai sekitar Rp 130.00-140.000 per gram untuk emas 22 karat.Harga jual emas memang sudah melonjak cukup tinggi. Pada tahun lalu, harga emas hanya sekitar Rp 90.000 per gram. Namun seiring lonjakan harga emas dunia, harga jual emas di pasaran pun turut melonjak dan kini mencapai Rp 150.000 per gram untuk emas 22 karat dan Rp 200.000 untuk emas 24 karat.Pemilik Toko Topaz, Hengky mengaku hari ini lebih banyak membeli emas dari masyarakat ketimbang menjual. Namun Hengky yang sudah berdagang emas selama 18 tahun ini mengaku kondisi kali ini masih lebih baik dibandingkan saat krismon pada periode 1997-1998 lalu.Hal senada disampaikan oleh pemilik toko Tri Star. "Ini masih mending daripada krismon yang nggak bisa menjual sama sekali," ujar pemilik yang menolak disebut namanya itu.Sementara pemilik toko Metro Jewelry mengaku omzet penjualannya anjlok hingga 90 persen.
(qom/)