Bisnis Kopi Nggak Ada Matinya, Warga Rembang Ini Raup Omzet Rp 180 Juta/Bulan

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 27 Feb 2022 17:00 WIB
Kopi jenis arabica yang diproduksi warga Garut jadi salah satu kopi terbaik se-Asia tahun 2022. Kopi itu bahkan langsung diangkut ke Italia untuk dijual di sana
Foto: Hakim Ghani/detikcom
Jakarta -

Bisnis kopi hingga saat ini belum ada matinya. Apalagi bagi produsen kopi di daerah yang masih bisa meraup pundi-pundi cuan yang terbilang cukup besar.

Hal itu dibuktikan oleh Vera Damayanti, pemilik usaha kopi UD Cangkir di Kabupaten Rembang. Siapa sangka, menggeluti usaha di bidang kopi, membuat dirinya dapat meraup omzet hingga Rp 180 juta per bulan dan mampu membuka lapangan kerja bagi warga yang ada disekitarnya.

Vera Damayanti menyampaikan, saat ini UD Cangkir mampu memproduksi 4 ton kopi jenis Robusta dan Arabica setiap bulannya dengan melibatkan 10 orang karyawan. Produknya dijual di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan hingga Sumatera dengan melibatkan 300 reseller sebagai mitra penjualan.

UD Cangkir berdiri sejak tahun 1982, berawal dari memperhatikan kebiasaan masyarakat Kabupaten Rembang yang gemar mengkonsumsi kopi, akhirnya muncul ide untuk membuka usaha produksi kopi yang saat itu masih jarang ada usaha kopi. UD Cangkir mulai berproduksi kopi dengan merk 'Lelet Cangkir' yang diproduksi dengan kualitas tinggi, yakni diolah menggunakan biji kopi pilihan, tanpa campuran yang diproses secara tradisional menggunakan kayu bakar.

"Kami berupaya menjaga proses produksi hingga saat ini, agar cita rasa kopi yang dihasilkan tetap terjaga, itu yang membuat produk kami digemari masyarakat," tutur Vera Damayanti dikutip Minggu (27/2/2022).

Bersambung ke halaman selanjutnya.