6 Barang yang Harganya Naik di 2022, Kantong Makin Tercekik

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2022 13:45 WIB
Harga kedelai terus meroket beberapa hari ini. Hal ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena beratnya ongkos produksi.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Memasuki tahun 2022 mungkin menjadi hal yang cukup berat bagi sebagian orang. Terutama bagi masyarakat dari golongan bawah atau miskin.

Bagaimana tidak, di tahun ini ada begitu banyak kenaikan harga yang dilakukan pemerintah. Mulai dari kenaikan cukai rokok, hingga yang terbaru kenaikan harga gas LPG non subsidi.

Tentu dari rentetan kenaikan harga barang-barang urusan dapur tersebut yang paling merasakan bebannya adalah ibu-ibu rumah tangga. Berikut rentetan kenaikan harga yang membebani emak-emak:

1. Minyak Goreng

Dimulai dari minyak goreng yang terjadi sejak November 2021. Minyak goreng kemasan bermerek sempat naik hingga sekitar Rp 24 ribu per kg.

Masalah minyak goreng ini terus bergulir. Bahkan sempat terjadi kelangkaan minyak goreng kemasan di gerai minimarket. Pembelian bahkan sampai dibatasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah bahkan hendak menyetop ekspor CPO. Sampai-sampai dikeluarkan juga kebijakan 1 harga untuk minyak goreng.

2. Tahu dan Tempe

Belum selesai polemik minyak goreng, emak-emak dihadapi masalah tahu dan tempe. Permasalahan ini terjadi di sektor bahan bakunya yakni kedelai yang ternyata naik tinggi.

Biang keroknya adalah kenaikan harga kedelai impor. Seba menurut data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) 90% dari kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari impor.

Imbasnya produsen tahu dan tempe protes, mereka melakukan mogok produksi pada 21-23 Februari 2022. Usai melakukan mogok, produsen tempe memutuskan untuk menaikkan harga jual.

3. Daging Sapi

Masih hangat soal tahu dan tempe, tiba-tiba muncul rencana mogok pedagang daging sapi. Penyebabnya juga mirip yakni kenaikan harga daging.

"Harganya lebih mahal yang sekarang, dulu cuma Rp 115 ribuan," ujar salah satu pedagang di Pasar Ciputat Alfin, saat ditemui detikcom, Kamis (24/2/2022).

Saat ini harga daging diketahui sampai menyentuh Rp 130 ribu per kg nya. Alfin menaruh harga tersebut untuk bagian paha depan dan paha belakang. Meskipun akhirnya pedagang daging sapi batal melaksanakan aksi mogok jualan mulai Senin 28 Februari. Hal itu disampaikan oleh Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) Asnawi.

4. LPG Non Subsidi

Nah yang terbaru hari ini terjadi kenaikan harga LPG non subsidi dari sebelumnya Rp 13.500 per kg menjadi Rp 15.500 per kg.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T PT Pertamina (Persero) Irto Ginting menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas. Dia juga menjelaskan kenaikan 2 tahapan dari Desember yang lalu itu dilakukan demi mengurangi beban masyarakat pengguna LPG non subsidi.

"Tercatat, harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai 775 USD/metrik ton, naik sekitar 21% dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021," jelas Irto dalam keterangan resminya, Minggu (27/2/2022).

Nah selain sejumlah barang urusan dapur di atas, masih ada juga sejumlah kenaikan harga untuk produk-produk tertentu.

5. Harga Rokok

Tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sudah resmi naik mulai 1 Januari 2022 kemarin. Kementerian Keuangan menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok 2022 rata-rata 12%, sedangkan untuk sigaret kretek tangan (SKT) kenaikan maksimal 4,5%.

Adapun kenaikan cukai rokok tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.

Pantauan detikcom di beberapa gerai retail, penjaga kasir mengatakan bahwa produk rokok telah mengalami kenaikan harga. "Harga rokok sudah naik semua," kata salah satu penjaga kasir kepada detikcom, Senin (3/1/2022).

Berikut ini daftar harga rokok per 1 Januari 2022. Harga Rokok LA dan Filter Light dari harga Rp 25.100 menjadi Rp 25.500, French Mix dan Rokok Filter (20') Rp 24.500 menjadi Rp 25.500. Rokok LA dan Filter Bold (20'S) Rp 27.700 menjadi Rp 28.000, Djarum Super dan Rokok Filter Rp 20.100 menjadi Rp 20.300.

Kemudian, harga Gudang Garam dan Rokok Filter SU dari RP 26.500 menjadi Rp 26.700, Rokok LA dan Filter ICE 16'S BK Rp 25.000 menjadi Rp 25.500.

6. Tarif Listrik

Pemerintah telah menetapkan akan menaikkan tarif listrik nonsubsidi tahun ini. Kenaikan tarif listrik akan diberlakukan untuk 13 golongan pelanggan listrik nonsubsidi.

Meski demikian sampai saat ini, kenaikan tarif listrik belum ditetapkan. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan itu akan ditetapkan sesuai aturan awal pada 2022 dengan melihat kondisi pandemi COVID-19 yang terus membaik.

"Tarif listrik bagi golongan pelanggan non-subsidi ini bisa berfluktuasi alias naik atau turun setiap tiga bulan disesuaikan dengan setidaknya tiga faktor, yakni nilai tukar mata uang, harga minyak mentah dunia, dan inflasi," kata Rida dikutip dari Antara, Kamis (2/12/2021) lalu.

Adapun Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memberi penjelasan terkait permasalahan tersebut, khususnya untuk pelanggan non subsidi.

"Dari total penjualan listrik PLN, itu 1/4 untuk listrik subsidi, 3/4 sekitar 73% itu adalah untuk listrik keluarga yang non subsidi," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, jika tarif itu tidak ditahan maka akan ada kenaikan. Kenaikan tarif itu berdasarkan beberapa indikator antara lain kurs, ICP, harga batu bara acuan, dan inflasi. Meski demikian, keputusan tarif ini tergantung pemerintah. Dia mengatakan, PLN hanya sebagai pelaksana.

Simak juga Video: KPPU Nilai Kebijakan Subsidi Harga Minyak Goreng di Pasar Modern Tak Efektif

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)