Bank Dunia Tak Kaget Ekonomi RI Melambat

Bank Dunia Tak Kaget Ekonomi RI Melambat

- detikFinance
Rabu, 17 Mei 2006 15:47 WIB
Jakarta - Bank Dunia sama sekali tidak terkejut dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2006 yang hanya sebesar 4,59 persen. Bank Dunia menilai, melambatnya pertumbuhan ekonomi itu dipicu oleh kenaikan harga BBM dan tingginya suku bunga."Kami sudah tahu bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I 2006 akan rendah. Jadi kami tidak terkejut sama sekali," ujar Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer di sela-sela "Workshop on Strengthening Finance Companies and Venture Capital Firms" di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (17/5/2006).Namun Bank Dunia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali akan meningkat pada akhir tahun 2006 seiring mulai menurunnya suku bunga.Steer menyarankan agar pemerintah menggelontorkan anggarannya seefisien mungkin untuk menstimulus perekonomian."Karena saat kenaikan harga BBM tahun lalu, pemerintah kesulitan membelanjakan anggarannya. Oleh karena itu, pada akhir tahun ini, pemerintah harus mulai kembali membelanjakan anggarannya," ujarnya.Steer menilai, tahun 2006 adalah tahun transisi bagi Indonesia, dari ekonomi yang didorong konsumsi menjadi ekonomi yang didorong investasi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi maksimal 7 persen, maka investasi harus dinaikkan hingga 30 persen dari PDB.Soal pelemahan IHSG dan rupiah, Steer melihatnya sebagai hal yang biasa dalam pasar keuangan dan pasar modal yang terbuka. Ia sangat yakin dengan kebijakan yang diambil pemerintah."Kami yakin fundamental ekonomi Indonesia sangat baik. Pemerintah pun sudah mengeluarkan kebijakan yang tepat dan meletakkan dasar yang kuat bagi peningkatan ekonomi," ujarnya.Steer melihat naik turunnya pasar modal dan pasar uang tidak lepas dari imbas efek globalisasi yang melanda dunia. "Yang penting adalah bagaimana me-manage kebijakan ekonomi yang profesional," katanya. Ia menambahkan, kondisi perekonomian global saat ini menguntungkan untuk Indonesia. Dengan kenaikan harga minyak, likuiditas di pasar dunia meningkat dan diantaranya mengalir ke Indonesia. "Itu hal yang bagus. Uang itu bisa digunakan untuk investasi, untuk membantu pertumbuhan Indonesia. Masalahnya uang bisa mengalir masuk dan uang itu bisa kembali keluar. Jadi itu sangat alami dari psoses globalisasi," tandasnya. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads