Terpopuler Sepekan

2 Miliarder Rusia 'Ngamuk', Minta Putin Setop Perang

Iffa Naila Safira Widyawati - detikFinance
Sabtu, 05 Mar 2022 12:15 WIB
A Russian flag flies outside the Consular Section of the Russian Embassy in London, Tuesday, Feb. 22, 2022. British Prime Minister Boris Johnson says the U.K. will introduce immediate economic sanctions against Russia, and warned that President Vladimir Putin is bent on a full-scale invasion of Ukraine. (AP Photo/David Cliff)
Ilustrasi/Foto: AP/David Cliff
Jakarta -

Invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina membuat dua miliarder Rusia Mikhail Fridman dan Oleg Deripaska memutuskan hubungan dengan Pemerintahan Rusia.

Dalam pesan tertulis kepada staf di Kremlin, Fridman mengatakan bahwa dirinya ingin pertumpahan darah segera diakhiri.

"Orang tua saya adalah warga negara Ukraina dan tinggal di Lviv, kota favorit saya. Tetapi saya juga telah menghabiskan sebagian besar hidup saya sebagai warga negara Rusia, membangun dan mengembangkan bisnis. Saya sangat terikat dengan orang-orang Ukraina dan Rusia dan melihat konflik saat ini sebagai tragedi bagi keduanya," tulis Fridman dalam surat itu, yang dikutip detikcom dari CNN.

Ia juga mengatakan bahwa krisis ini akan merenggut nyawa dan merusak dua negara yang telah bersaudara selama ratusan tahun.

"Sementara solusi tampaknya sangat jauh, saya hanya dapat bergabung dengan mereka yang keinginannya kuat untuk mengakhiri pertumpahan darah," tambahnya.

Fridman sendiri adalah Chairman dari Alfa Group. Seorang konglomerat swasta yang beroperasi terutama di Rusia dan negara-negara bekas Soviet.

Bisnisnya mencakup produksi perbankan, asuransi, ritel, dan air mineral. Fridman tercatat memiliki kekayaan bersih US$ 11,4 miliar, menurut Indeks Miliarder Bloomberg.

Seruan Fridman untuk perdamaian digaungkan juga oleh Deripaska, seorang miliarder yang kaya raya di bisnis aluminium.

"Perdamaian sangat penting! Negosiasi harus dimulai sesegera mungkin!" tulis Deripaska dalam sebuah postingan di Telegram.

Deripaska sendiri muncul dari perebutan aset yang kacau setelah runtuhnya Uni Soviet. Total kekayaannya diperkirakan Forbes mencapai US$ 28 miliar pada 2008.

(eds/eds)