ADVERTISEMENT

Dior, Hermes, hingga Channel Tutup Tokonya di Rusia

Iffa Naila Safira Widyawati - detikFinance
Sabtu, 05 Mar 2022 19:30 WIB
People walk along an empty road during curfew, in Kyiv, Ukraine, Tuesday, March 1, 2022. (AP Photo/Emilio Morenatti)
Ilustrasi/Foto: AP/Emilio Morenatti
Jakarta -

Merek mewah terkemuka di dunia seperti Hermes, Cartier, Dior, Kenzo, dan Bulgari mulai ikut tutup gerainya di Rusia. Langkah yang diambil perusahaan tas ternama seperti Hermes ternyata juga diikuti oleh LVMH dan Channel.

Adanya invasi Rusia ke Ukraina tampaknya membuat banyak bisnis di Rusia semakin kompleks.

"Mengingat kekhawatiran kami yang meningkat tentang situasi saat ini, ketidakpastian yang berkembang dan kompleksitas untuk beroperasi, Channel memutuskan untuk menghentikan sementara bisnisnya di Rusia," kata perusahaan raksasa mewah itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (5/3/2022).

Perusahaan bermerek lainnya yaitu Christian Dior, Givenchy, Kenzo, TAG Heuer, dan Bulgari juga akan menutup 124 butiknya di Rusia mulai hari Minggu (6/3/2022) esok.

Hal menarik yang terjadi, meski perusahaan-perusahaan itu menutup butiknya, mereka tetap bertanggung jawab memberikan upah kepada 3.500 karyawannya di Rusia.

Selain itu ada Gucci, Saint Laurent, Bottega Veneta dan Boucheron yang memiliki dua toko dan 180 karyawan yang mengalami hal serupa.

Berbeda dengan perusahaan pembuat jam tangan terkenal yaitu Swiss Swatch Group yang mengatakan akan tetap buka dan melanjutkan operasi jual beli di Rusia. Namun untuk sementara Swatch akan menunda ekspor karena situasi yang sulit diprediksi ini.

Selanjutnya ada perusahaan mewah lainnya seperti L'Oreal dan Richemont yang mendukung warga Ukraina dengan berdonasi pada hari Jumat (4/3).

Penutupan toko sendiri tentu membawa kerugian buat toko. Bagaimana tidak, Bank investasi Jefferies memperkirakan orang kaya Rusia menghabiskan uang membeli barang mewah sekitar US$ 9 miliar atau Rp 128,7 triliun per tahunnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT