Begini Jurus BUMN Cegah Stunting

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Minggu, 06 Mar 2022 20:43 WIB
A three month baby in mint green clothes lying on a bed on which a measuring ruler for growth is drawn. Teething tool in hands, chewing
Ilustrasi stunting/Foto: iStock
Jakarta -

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Member ID Food secara berkelanjutan laksanakan program penurunan prevalensi stunting dengan memberikan bantuan secara berkala di wilayah Nusa Tenggara Barat. Sampai dengan tahap ke V program ini, PPI telah menyalurkan bantuan hampir Rp 500 juta.

Program yang dimulai sejak Triwulan IV tahun 2021 dan telah berlangsung hingga saat ini berjalan dengan baik berdasarkan laporan penyaluran setiap bulannya. Hal ini juga dibarengi dengan sinergi yang terjalin dengan Puskesmas Labuapi Lombok Barat dan PPI Cabang Mataram sebagai controller.

Lebih dari 150 anak yang rutin diberikan bantuan oleh PPI dan dipantau kesehatannya melalui puskesmas setempat.

Adapun bantuan yang diberikan berupa makanan pokok untuk memenuhi gizi ibu dan anak berupa Susu formula, biscuit, daging ayam, kacang hijau, beras, telur ayam, dan gula pasir, sebagai wujud program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan.

Berdasarkan tingginya angka prevalensi stunting di daerah Lombok Barat, bantuan rutin ini disalurkan setiap bulan selama satu tahun untuk melihat dan mengukur perkembangan keberhasilan program sebagai bentuk untuk menurunkan angka stunting.

"Dalam mengukur keberhasilan program ini, kami terus melakukan pemantauan ihwal bantuan yang diberikan agar tepat sasaran, dengan menunjuk petugas khusus untuk memonitoring kesehatan ibu dan anak, sekaligus terus mengedukasi pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi baik untuk kesehatan pertumbuhan bayi dan balita maupun kesehatan ibu yang sedang mengandung dan menyusui," jelas Solihin, Pjs. Branch Manager PPI Cabang Mataram, dalam keterangan tertulis, Minggu (6/3/2022).

Program yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat proses penurunan stunting ini menjadi salah satu fokus PPI dalam menjawab tantangan pemerintah untuk menciptakan generasi unggul yang bebas stunting. PPI Berharap program ini dapat menghasilkan output yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat area NTB untuk mengentaskan stunting.

"Fokus TJSL kami di 2022 ini dirancang untuk mengedepankan para penerima manfaat terkait dengan ekosistem utama perusahaan dan arah transformasi serta program strategis unggulan korporasi, sehingga diharapkan menghasilkan creating shared, terarah sesuai roadmap korporasi, terukur dampaknya dan tentu saja akuntabilitas sesuai tata Kelola," ujar Noverita Anggraeni, Kepala Sekretaris Perusahaan PPI.

Lebih lanjut disampaikan Noverita bahwa Peningkatan kapabilitas petani kopi agar berkualitas global, bedah warung pangan dan program pelatihan UMKM go ekspor selanjutnya akan menjadi perhatian PPI Member ID Food.



Simak Video "Kekurangan Dana, PBB Akan Setop Kirim Bantuan Makanan ke Sudan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)