Harga Emas Makin Kinclong, Diramal Tembus Rp 1.150.000/Gram!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 07 Mar 2022 16:30 WIB
Petugas Pegadaian Kebayoran Baru memperlihatkan emas, Jakarta, Senin (14/2/2022). Harga emas batangan Antam pecahan 1 gram di PT Pegadaian (Persero) pada hari ini, Senin (14/2/2022), dibanderol seharga Rp 991.000 atau tidak berubah dibandingkan sehari sebelumnya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga emas makin naik dalam beberapa hari ini. Per hari ini saja, harga emas kembali naik sebesar Rp 8.000 per gram ke level Rp 1.013.000 per gram.

Ibrahim Assuaibi, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka mengatakan harga emas masih bisa naik lagi hingga menyentuh angka Rp 1.150.000. Menurutnya harga emas akan menyentuh U$ 2,150 per troy ounce.

"Harga emas kemungkinan masih akan naik. Tadi mendekati level US$ 2.000. Saya percaya ada secercah harapan menyentuh di atas US$ 2.000. Targetnya US$ 2.150. Kalau dirupiahkan kemungkinan Rp 1.150.000," ungkap Ibrahim kepada detikcom, Senin (7/3/2022).

Lalu, apa penyebab emas menjadi meroket? Ibrahim menjelaskan awal mula kenaikannya karena sanksi negara barat ke Eropa. Menurutnya, perang antara Rusia dan Ukraina sebetulnya tak berdampak banyak ke harga komoditas, karena sanksi ekonomi negara barat lah harga komoditas mulai naik.

"Penyebab emas naik itu karena Amerika, Eropa, Inggris kasih sanksi ekonomi ke Rusia. Jadi pengaruhnya ke logam mulia. Tanpa ada campur tangan mereka ngga akan harga logam mulia naik seperti itu," ungkap Ibrahim.

Dia melanjutkan Rusia memiliki kapasitas ekonomi yang besar, termasuk menampung investasi yang banyak. Kala sanksi ekonomi diberikan dan melumpuhkan ekonomi Rusia maka investor mencari investasi yang menguntungkan. Emas dipilih sebagai komoditas yang paling aman alias save haven.

"Investasi ekonomi ke Rusia kan jadi susah dan terganggu, kan dia core business-nya luas, jadi kalau lumpuh pengaruh ke semuanya. Makanya bisa dampak ke banyak komoditas. Masyarakat internasional ketakutan, jadi cari investasi ke komoditas yang aman, save haven ini logam mulia," papar Ibrahim.

Spekulan pun ikut bermain menurutnya, khususnya para pengusaha besar yang dirugikan atas sanksi kepada Rusia. Maka dari itu mereka ikut memborong emas, naiklah harga emas.

"Spekulan itu bermain juga, pengusaha besar yang mereka dirugikan dengan langkah sanksi ini jadi pada saat ada sanksi ekonomi kan harga komoditas naik, maka mereka cari investasi aman yaitu emas ini," ujar Ibrahim.



Simak Video "Harga Emas Naik, Warga di Parepare Ramai-ramai Jual Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)