Perusahaan Asing Ramai-ramai Cabut dari Rusia, Uniqlo Pilih Stay

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2022 10:48 WIB
Flagship Store Uniqlo Singapura
Ilustrasi gerai Uniqlo/Foto: Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Pemilik Uniqlo Fast Retailing akan tetap membuka tokonya di Rusia, bergabung dengan sekelompok kecil perusahaan internasional yang tetap bertahan. Sementara lusinan brand besar memilih tutup sementara atau keluar dari Rusia karena invasi ke Ukraina.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa perusahaan tidak melihat dampak nyata pada rantai pasokan atau logistiknya di Rusia, di mana Uniqlo memiliki 49 toko.

"Pakaian adalah kebutuhan hidup. Rakyat Rusia memiliki hak yang sama untuk hidup seperti kita," kata CEO Uniqlo Tadashi Yanai disadur detikcom dari Reuters, Selasa (8/3/2022).

Namun dia tetap menekankan bahwa setiap negara harus menentang perang.

Beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) juga terus beroperasi di Rusia, termasuk McDonald's Corp dan PepsiCo Inc. Namun mereka didesak untuk mempertimbangkan menghentikan operasi mereka di sana.

Di sisi lain, tekanan politik mendorong banyak perusahaan untuk menghentikan bisnisnya di Rusia. Boeing pada hari Senin mengatakan telah menangguhkan pembelian titanium dari Rusia karena memiliki pasokan yang cukup untuk produksi pesawat.

Nike Inc dan raksasa perabot rumah tangga IKEA hingga perusahaan energi BP dan Shell telah menutup toko atau mengumumkan rencana untuk keluar dari negara tersebut.

Investor teknologi Belanda Prosus akan menghapus saham senilai US$ 700 juta di platform online VK Group yang bermarkas di Moskow, yang dikenal dengan jejaring sosial VKontakte. CEO VK Group Vladimir Kirienko ditambahkan ke daftar sanksi AS setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Netflix, yang telah menghentikan sementara proyek dan akuisisi masa depan di Rusia menangguhkan layanannya mengingat situasi di lapangan. Levi Strauss & Co juga menangguhkan operasinya di Rusia, termasuk investasi baru.

Koperasi susu Arla Foods, pembuat yoghurt Prancis Danone dan kelompok bahan kimia Belgia Solvay juga menangguhkan operasi atau investasi di negara tersebut, dan produsen mobil Nissan mengatakan akan menghentikan produksi di pabriknya di St Petersburg.



Simak Video "Sudah 120 Ribu Warga Ukraina Mengungsi ke Polandia, Ada yang Jalan Kaki"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)