ADVERTISEMENT

Jangan Asal Resign, Ini Saran HRD

Nada Celesta - detikFinance
Selasa, 08 Mar 2022 19:25 WIB
Jakarta -

Saat tak lagi merasa nyaman di pekerjaan, pikiran untuk mengundurkan diri atau resign akan muncul. Hal ini sah-sah saja, namun jangan sampai keputusan resign ini terjadi tanpa pertimbangan apapun.

Education Content Creator, Yova Beltz, menyarankan untuk memiliki plan B sebelum memutuskan resign. Lalu, ikuti ketentuan perusahaan dalam mengajukan proses pengunduran diri.

"Menurut aku, waktu yang paling tepat adalah waktu ketika kita sudah mendapatkan pekerjaan di tempat lain, kan nggak mungkin ya kita resign nganggur. Lebih bagus punya plan B, cari dulu baru nyari tempat yang lain, kalau udah oke, baru kamu ngomongin tentang resign. Tapi sebagai pekerja juga tahu ya kalau mau resign itu juga ada ketentuannya," jelas Yova di acara e-Life detikcom.

Yova menyarankan untuk cermat dalam memahami ketentuan perusahaan terkait proses resign. Bagi Yova, penting bagi karyawan untuk masuk dan keluar dari perusahaan dengan cara baik-baik.

"Kalau misalnya di kantor punya program penalti segala macam, ya itu kita mesti hati-hati juga. Nggak semua perusahaan mengaplikasikan penalti, tapi kita harus tahu peraturannya itu seperti apa. Jadi kita masuk baik-baik, keluar baik-baik, regardless di perusahaan itu kita nggak ngerasa nyaman," jelas content creator yang juga seorang HRD (Human Resources Development) di sebuah perusahaan ini.

Meski demikian, Yova merasa bahwa melamar kerja adalah hak para pekerja. Hanya karena seseorang sudah berkomitmen di suatu perusahaan, bukan berarti dia tidak boleh melihat-lihat peluang di perusahaan lain.

"Menurutku, kita sebagai pekerja jangan pernah berhenti nyari kerja. Walaupun kita sebagai karyawan nggak ada salahnya kita apply, kita update CV, kita datang ke sebuah interview itu nggak ada salahnya. Kita kan mau tahu di luar sana kita 'dihargai' berapa," kata Yova.

(mjt/mjt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT