ADVERTISEMENT

Luhut Sebut RI Butuh Rp 266 T untuk Kurangi Emisi, dari APBN Cuma Rp 85 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 10 Mar 2022 21:15 WIB
Uji emisi di DKI Jakarta
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan perubahan iklim menjadi masalah yang harus lebih banyak diperhatikan saat ini. Indonesia menurutnya akan bersiap untuk jangka panjang dalam rangka meminimalisir dampak perubahan iklim.

Dia menyatakan Indonesia saat ini butuh Rp 266 triliun untuk menekan emisi demi meminimalisir dampak perubahan iklim. Namun, dana di APBN jauh lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Luhut mengatakan APBN hanya bisa memenuhi sekitar Rp 85 triliun dari total ratusan triliun yang dibutuhkan untuk mengendalikan emisi.

"Kita estimasikan kebutuhan dana untuk mengendalikan emisi sekitar Rp 266 triliun, namun yang bisa dipenuhi APBN hanya sekitar Rp 85 triliun saja," ujar Luhut dalam webinar yang dilakukan OJK-Universitas Sebelas Maret, Kamis (10/3/2022).

Luhut juga mengatakan pemerintah sudah mencoba menarik perhatian publik untuk peduli dengan perubahan iklim. Pemerintah sudah mengeluarkan green sukuk yang dipergunakan untuk pembiayaan proyek ramah lingkungan.

"Kami sudah mencoba untuk menarik partisipasi publik dalam investasi ramah lingkungan dengan menawarkan green sukuk," kata Luhut.

Dia pun mengatakan pemerintah memiliki segudang rencana untuk menekan emisi dan mengurangi dampak perubahan iklim. Salah satunya adalah dengan membuat mekanisme pajak karbon dan juga perdagangan karbon.

Selain itu, pemerintah pun akan melakukan rencana transisi energi. Dia mengundang agar semua investor bisa ikut berpartisipasi dalam program pensiun dini bagi pembangkit listrik batu bara.

"Kami juga berencana melakukan rencana transisi energi dengan bantuan dari ADB dan menarik investor untuk mendukung program pensiun dini pembangkit listrik batu bara," ujar Luhut.

(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT