Perusahaan Cina dan India Minat Buat Pabrik Baja di Kalsel

Perusahaan Cina dan India Minat Buat Pabrik Baja di Kalsel

- detikFinance
Jumat, 19 Mei 2006 02:07 WIB
Jakarta - Krakatu Steel (KS) menawarkan joint venture untuk membangun pabrik baja di Kalimantan Selatan kepada dua perusahaan asing, yakni China Metallurgical Construction (Group) Corporation dan perusahaan India Essar Internaational Corp yang keduanya berminat berinvestasi di sektor baja.Demikian disampaikan Dirut PT Krakatau Steel Daenul Hay usai menemui Dirjen (Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka) ILMTA di Dpartemen Perindustrian Kamis (18/5/2006)."Ada dua program dari masing masing investor itu, kalau MCC di bidang permesinan dan konstruksi dia banyak membangun pabrik baja di Cina dan juga mau membangun pabrik baja di Indonesia. Tapi karena dia punya banyak uang dia juga berencana berinvestasi di sektor baja," kata Daenul."Sedangkan Essar memang sudah melihat Indonesia bagus untuk bisnis baja karena itu ia juga mau membangun pabrik di Indonesia. Tapi karena di Indonesia ada Krakatau Steel maka dia sowan dulu," lanjut Daenul.Daenul menjelaskan kedua perusahaan ini tidak mau jadi pesaing. "Jadi kemungkinan akan diarahkan ke joint venture kami yang punya sumber daya mereka yang bagian dana," jelas Daenul.Menrutnya berbicara mengenai prospek baja di Kalsel ada istilahnya cadangan hipotesis dan cadangan terindikasi. Kalau total cadangan hipotesis di sana mencapai 1,6 miliar ton biji besi. Sementara yang cadangan terindikasi masih terkotak besarnya sekitar 700 juta ton besi.Daenul menambahkan, rencana Krakatau Steel akan melakukan ekspansi di Cilegon senilai Rp 1,3 triliun, dana itu rencananya akan lebih dikonsentrasikan ke pembangunan pabrik baja di Kalsel terlebih dahulu."Jadi ekspansinya untuk yang di Cilegon kami tunda dulu, dana yang Rp 1,3 triliun itu berstatus pinjaman yang harus dicicil. Nanti akan ada working group yang isinya tim nasional yang akan dibentuk bulan ini," papar Daenul. (ahm/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads