Shell Tuntut Kesamaan Bisnis BBM
Jumat, 19 Mei 2006 13:11 WIB
Jakarta - Meski terus menambah SPBU-nya, Shell tetap menuntut perlakuan yang sama pada pelaku bisnis di sektor migas. Shell baru berniat membuka SPBU di luar pulau Jawa jika sudah mendapat tugas pelayanan publik atau public service obligation (PSO) BBM."PSO dulu baru buka diluar kota, kita tetap perjuangkan level playing field yakni perlakuan sama pada pelaku bisnis tentunya di sektor migas," tegas Presiden Board of Commisioner Shell Companies di Indonesia, Gatot Kariyoso.Ia ditemui usai pembukaan SPBU Shell keempat di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/5/2006). Sebelumnya Shell telah membuka gerai SPBU di Lippo Karawaci, JL. S Parman dan Jl. mampang Prapatan. Gatot mengaku pihaknya telah berusaha membicarakan permintaanya ini ke BPH Migas. Ia menegaskan, jika BPH migas tidak memujudkan kesamaan bisnis itu, maka masyarakat akan dirugikan mengingat potensi investasi besar dapat membuka lapangan pekerjaan ini tidak dipergunakan."Di luar Jawa mereka masih memilih membeli BBM yang bersubsidi, akan sulit untuk memasarkan yang non subsidi," ujar Gatot yang enggan memberitahukan nilai investasi Shell.Di tempat yang sama, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan, Shell berkomitmen untuk membuka 400 SPBU dalam waktu lima tahun. Haryono menambahkan, dengan kedatangan Shell telah menciptakan pasar migas yang kompetitif, kualitatif dan persaingan sehat."Bisa saja mereka mendapatkan PSO BBM, tapi ada persyaratan minimal telah membuka SPBU di 2 wilayah distribusi niaga. Jadi tidak hanya di pulau Jawa dan Bali. Kenapa kali ini Pertamina masih dipilih karena belum siapnya badan usaha diluar Pertamina" jelas Haryono.Wilayah distribusi niaga I adalah di Sumatera, II di Jawa dan Bali, III di Kalimantan, Sulawesi dan Papua, dan ke-IV di NTB dan NTT. Namun bukan itu saja untuk mendapatkan PSO harus melewati proses lelang bersama distributor lainnya agar tidak menimbulkan menopoli baru."Selain Shell dan Petronas, badan usaha asing yang berencana akan masuk lagi yakni Total, Chevron dan BP. Sementara yang dari dalam negeri Elnusa dan Sigma Rancang perdana," urai pria berkacamata ini.SPBU shell ini menjual Shell diesel Rp 5.700/liter, Shell Super Oktan 92 Rp 5.400/liter dan Shell Super Extra Oktan 95 Rp 5800/liter. Shell menargetkan setiap harinya mampu menjual 20.000-25.000 liter, yang disuplai dari kilang Shell di Singapura.
(qom/)











































