Skor Investasi RI-Vietnam 0-2

Skor Investasi RI-Vietnam 0-2

- detikFinance
Jumat, 19 Mei 2006 17:27 WIB
Jakarta - Seperti bermain sepak bola, investasi Indonesia kalah 0-2 dari Vietnam sepanjang tahun 2005.Vietnam tahun lalu bisa menggaet dua investasi besar yakni Canon printer senilai US$ 600 juta pada Juli 2005. Serta investasi Intel senilai US$ 300 juta pada akhir 2005.Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi di depan anggota Kadin, saat melakukan audiensi dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tentang RUU Penanaman Modal, di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/5/2006).Luthfi menyayangkan, peluang tersebut gagal diraih Indonesia akibat kurangnya insentif yang diberikan ke investor."Hal itu disebabkan beberapa hal, yakni masalah-masalah pemberian insentif yang kami tidak punya sama sekali. Sehingga Indonesia tidak punya promoting insentive. Padahal tanpa insentif kita tidak bisa melakukan promosi dengan baik. Kasarannya tidak ada insentif, investor tidak akan datang," papar Luthfi.Sebaliknya, ungkap Lutfhi, dengan adanya insentif investor akan datang, karena insentif akan menjadi alat kompetisi di masa datang.Untuk menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan investasi, saat ini BKPM diberi tugas membuat acuan dasar untuk special economic zone (SEZ) yang akan dibuat pemerintah."Mudah-mudahan ini menjadi terobosan baru," kata Luthfi.Menurut Luthfi, dengan special economic zone, daerah tersebut keluar dari kepabeanan Indonesia.SEZ juga akan memberikan kepastian hukum, perizinan dan infrastruktur yang baik, dan ketepatan masalah perburuhan bisa di-enclave menjadi sistem yang lebih jitu.Luthfi menjelaskan, yang lebih penting dari SEZ adalah bagaimana memacu sektor industri dengan peta yang jelas. Misalnya, memajukan sektor produksi untuk industri dan menjual produk lebih banyak untuk sektor perdagangan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads