Digitalisasi Pelabuhan Diawasi KPK Hingga Kantor Luhut, Hasilnya?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 18 Mar 2022 21:00 WIB
Pelabuhan Panjang di Lampung kedatangan kapal raksasa berkapasitas 4.000 TEUs (standar peti kemas 20 kaki) secara perdana pada Senin (25/3) kemarin.
Pelabuhan Panjang di Lampung/Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan meningkatkan kelancaran arus barang serta menurunkan biaya logistik di pelabuhan. Hal itu itu kini telah dilakukan secara digitalisasi.

Digitalisasi itu melalui Go-Live, penerapan Sistem Inaportnet yang ada di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang yaitu Terminal Khusus (Tersus) PT. Sumber Indah Perkasa dan PT. Indocement Tunggal Prakarsa.

Kasubdit Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Direktorat Lalu Lintas Eko Sudarmanto mengatakan implementasi Inaportnet saat ini telah bersinergi dan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya serta pengawasan pelaksanaannya juga ditinjau langsung oleh Kemenkomarves dan KPK.

"Untuk itu pelaksanaannya agar dilaksanakan dengan tanggung jawab," katanya dalam keterangan tertulis Jumat (18/3/2022).

Eko juga mengatakan dalam penerapan aplikasi Inaportnet, aspek yang pertama harus dijunjung tinggi adalah komitmen, yaitu bagaimana seluruh pihak yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang disepakati.

"Tanpa komitmen yang kuat dari semua pihak, niscaya aplikasi ini akan bisa menjadi sistem rujukan utama untuk pelayanan barang di pelabuhan," ujar Eko.

Aspek kedua yang harus tetap dijaga adalah koordinasi, yaitu bagaimana setiap pihak yang berkepentingan dapat saling bahu-membahu. Gunanya untuk mewujudkan tujuan implementasi dari aplikasi ini, yang tentunya melibatkan banyak pihak dan instansi terkait.

"Oleh karena itu, saya ingatkan kembali agar kita bisa terus saling menghormati dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan khalayak yang lebih luas, serta terus meningkatkan koordinasi yang sudah terjalin baik selama ini," ucap Eko.

Aspek terakhir adalah inovasi, yaitu bagaimana untuk terus memperbaiki kinerja, pencapaian kita di masa mendatang dan terus berinovasi agar aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah kita capai sekarang.

"Untuk itu, saya minta kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka, dinamis, dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya, agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi," tutur Eko.

Apa itu Inaportnet? Cek halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Penumpang di Pelabuhan Parepare Melonjak Usai Pemberlakuan Bebas Tes Antigen-PCR

[Gambas:Video 20detik]