Niat McD-Starbucks Tutup Gerai di Rusia Terganjal Urusan Ini

Iffa Naila Safira - detikFinance
Rabu, 23 Mar 2022 08:48 WIB
McDonalds Rusia Tutup, Kini Muncul McD Rusia Bernama Uncle Vanya
Foto: Mothership SG/Washington Post
Jakarta -

Beberapa pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyerang Ukraina, akibatnya banyak restoran Amerika Serikat (AS) yang pergi dari Rusia, namun sepertinya masih sulit dan banyak dari mereka yang masih tetap buka.

McDonald, Starbucks, Papa Johns dan pemilik Burger King mengatakan bahwa mereka berjanji akan menutup gerainya yang ada di Rusia. Akan tetapi, janji tersebut hanya sebatas ucapan manis yang sulit dilakukan.

Restoran Brands International seperti Burger King mengatakan telah mundur dari Rusia bersama sekitar 800 gerainya.

Tetapi Burger King tidak bisa main tutup gerainya begitu saja, karena gerai-gerai tersebut tidak berada langsung dibawah pengawasan perusahaan, mereka dikendalikan oleh operator yang "menolak" untuk menutup restoran.

Beberapa gerai McDonald's yang ada di Rusia dilaporkan juga masih buka, bahkan setelah perusahaannya mengatakan akan menutup gerainya yang di Rusia. Saat diminta keterangan lebih lanjut, McDonald's juga tidak langsung memberikan komentarnya.

Selain McDonald, ada restoran lainnya yaitu Papa Johns yang mengoperasikan gerainya di Rusia baru-baru ini, dan berkata secara terang-terangan bahwa dia tidak memiliki rencana untuk menutup restorannya.

"Kami tidak memiliki aset atau memiliki karyawan di Rusia, kami tidak dapat secara sepihak menyebabkan pewaralaba independen yang beroperasi di sana menghentikan operasinya," kata Juru Bicara Papa Johns, dikutip dari CNN, Rabu (23/3/2022).

Lalu mengapa sangat sulit untuk perusahaan pergi dari Rusia?

Ketika perusahaan besar memutuskan untuk berekspansi secara internasional, mereka biasanya membuat perjanjian waralaba. Dalam perjanjian tersebut ada pemilik waralaba, pemilik perusahaan merek dan memiliki tujuan yang sama yaitu ingin menjual makanan dan menghasilkan uang.

Namun karena Rusia menyerang Ukraina, tujuan tersebut telah berubah. Beberapa perusahaan AS telah memutuskan bahwa menutup restoran lebih penting daripada menjual makanan, namun operator waralaba mungkin tidak setuju.

Mereka merasa menutup gerainya lebih baik karena tekanan publik, risiko reputasi, atau karena alasan etis lainnya.

(dna/dna)