Bea Masuk Loyo, Cukai Melaju

Hingga April 2006

Bea Masuk Loyo, Cukai Melaju

- detikFinance
Senin, 22 Mei 2006 12:36 WIB
Jakarta - Hingga 30 April 2006, penerimaan negara dari bea masuk masih saja loyo, yang salah satunya dipicu oleh penguatan rupiah. Sementara penerimaan cukai justru bertambah karena adanya kenaikan Harga Jual Eceran (HJE) rokok.Realisasi penerimaan bea masuk per 30 April 2006 mencapai Rp 3,789 triliun, atau 22,87 persen dari target APBN 2006 sebesar Rp 16,57 triliun. Angka ini berarti lebih rendah Rp 1,3 triliun atau 25,57 persen dari pencapaian bea masuk pada periode yang sama tahun lalu.Sedangkan penerimaan cukai mencapai Rp 11,64 triliun, atau 31,88 persen dari target Rp 36,519 triliun. Angka ini lebih tinggi Rp 2,25 triliun (24,04 persen) dibanding periode yang sama tahun lalu.Secara keseluruhan, realisasi penerimaan bea masuk dan cukai per 30 April 2006 meningkat Rp 945,6 miliar, atau sekitar 6,59 persen dibandingkan penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya.Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi menjelaskan, turunnya penerimaan bea masuk dibandingkan periode yang sama tahun lalu dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti tarif, devisa bayar, serta faktor kurs.Selama periode Januari-April 2006, nilai tukar rupiah menguat secara signifikan, yang rata-rata mencapai Rp 9.214 per dolar AS."Sementara untuk faktor yang mempengaruhi peningkatan penerimaan cukai disebabkan adanya kenaikan Harga Jual Eceran dan peningkatan produksi hasil tembakau," ujar Anwar dalam pemaparannya di depan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/5/2006).Untuk kenaikan HJE, pada tanggal 8 Juni 2005, pemerintah telah mengeluarkan PMK No 43/PMK.04/2005 tentang kenaikan HJE hasil tembakau yang sebesar 15 persen.Dan selama Januari hingga April 2006, terjadi peningkatan produksi hasil tembakau sebesar 6,2 persen, Sigaret Kretek Tangan (SKT) meningkat rata-rata 12,9 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) meningkat 4,6 persen, Sigaret Putih Mesin (SPM) meningkat 12,9 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads