Terapkan Strategi Mitigasi, Laba Pupuk Kaltim Tembus Rp 6,17 Triliun

Zefanya Aprilia - detikFinance
Jumat, 25 Mar 2022 13:24 WIB
Dirut Pupuk Kaltim Dinobatkan Jadi CEO Anak Perusahaan BUMN Terbaik
Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mencatatkan laba setelah pajak senilai Rp 6,17 triliun di tahun 2021. Perolehan laba tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan BUMN itu.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengatakan pencapaian itu diperoleh melalui penerapan strategi mitigasi yang membuat kinerja produksi meningkat secara signifikan. Hal ini juga membuat PKT berada dalam fase pertumbuhan kedua dengan fokus perusahaan pada pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Tidak dipungkiri, pandemi masih memberikan dampak bagi kondisi ekonomi dan pasar yang dinamis selama 2021. Namun sebagai perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan, PKT terus menerapkan strategi inovasi bernilai tambah yang berbasis risiko, termasuk melalui diversifikasi usaha," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (25/3/2022).

Rahmad melanjutkan PKT melihat setidaknya ada enam perubahan mendasar di dunia yang masih akan berpengaruh terhadap bisnis dan operasional. Antara lain, peningkatan kebutuhan kesehatan akibat pandemi, krisis rantai pasok global, ketahanan pangan di tengah makin terbatasnya lahan pertanian, tingkat kesejahteraan secara global yang berpengaruh terhadap permintaan pangan berkualitas, kesetaraan dan inklusivitas dalam seluruh aktivitas perusahaan, hingga transformasi bisnis ramah lingkungan.

Berkaca dari hal tersebut, PKT akan bertransformasi melalui strategi jangka panjang yang dinamai growth strategy. Dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu keunggulan operasional dan rantai pasok, keunggulan diversifikasi, dan keunggulan jangkauan pasar.

Strategi diversifikasi usaha yang dilakukan PKT juga tidak hanya terfokus pada potensi bisnis, melainkan juga berbasis pada energi terbarukan. Direktur Operasi dan Produksi PKT Hanggara Patrianta menjelaskan, perusahaan tengah bertransformasi
menjadi pelaku industri petrokimia.

Dengan beralih kepada bahan baku energi terbarukan, tambahnya, PKT juga dapat menjamin keberlanjutan perusahaan, yang tentunya berorientasi pada penerapan prinsip ESG. Hanggara memaparkan kedepannya PKT juga akan terus mengembangkan bisnis di sektor hilir petrokimia berbasis gas alam.

Lebih lanjut, keberlanjutan PKT juga dijamin oleh roadmap ESG (Environmental, Social, and Governance) yang saat ini dimiliki perusahaan. Melalui roadmap tersebut, Rahmad mengatakan pihaknya optimis mampu mendominasi pasar asia pasifik.

"Melalui growth strategy dan roadmap ESG yang solid, serta didukung oleh capaian kinerja positif perusahaan dan kapasitas perusahaan dalam hal produksi, kami optimis dapat menjamin keberlanjutan perusahaan dan mampu mendominasi pasar Asia Pasifik pada 5 tahun ke depan," pungkasnya.

(akd/ang)