Petrokimia Gresik Krisis Gas
Senin, 22 Mei 2006 15:17 WIB
Jakarta - Krisis pasokan gas yang menimpa sejumlah pabrik pupuk nasional kini dialami pula oleh PT Petrokimia Gresik.Jika tidak segera teratasi, Petrokimia Gresik diperkirakan akan menghentikan proses produksinya pada 4 Juni karena tidak ada suplai."Pusri sebagai holding pupuk telah mengirim surat ke Menneg BUMN, saat ini PT Petrokimia Gresik sedang mengalami krisis pasokan gas," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris.Hal itu disampaikan Fahmi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (22/5/2006).Petrokimia Gresik membutuhkan gas sebanyak 50 mmcfd, sedangkan yang bisa dipasok hanya sebanyak 30 mmcfd, yang jumlah itu pun masih dibagi lagi dengan Perusahaan Gas Negara (PGN).Fahmi menegaskan, pemerintah akan berusaha sekuatnya agar krisis pasokan gas itu tidak terjadi. Maka dari itu, ungkap Fahmi, suplai dari PGN dan tempat lain telah dikurangi untuk lebih mengutamakan pasokan gas ke Petrokimia Gresik.Mengenai pasokan gas pabrik pupuk Kujang I A, yang kontraknya dengan Pertamina telah berakhir pada bulan April, selanjutnya akan dipasok oleh BP Indonesia."Mereka (BP) mengatakan baru bisa suplai ke Kujang I A tahun 2007, karena pipa yang digunakan mengalami proses rehabilitasi dan rekonstruksi," jelas Fahmi.Untuk mengatasi kusutnya pasokan gas, Fahmi menilai, solusinya adalah dengan mempercepat eksploitasi gas.
(ir/)











































