RI-Cina Rundingkan Transshipment

RI-Cina Rundingkan Transshipment

- detikFinance
Senin, 22 Mei 2006 17:28 WIB
Jakarta - Masalah transshipment yang dilakukan Cina membuat pemerintah Indonesia prihatin. Menteri Perindustrian Fahmi Idris akan bertolak ke Cina pada Juni mendatang untuk berunding.Tujuannya agar Cina tidak lagi menerapkan konsep yang dinilai berbahaya bagi industri di Indonesia itu."Saya minta dukungan Komisi VI untuk menghentikan segala bentuk transshipment terhadap segala produk kita," tegas Fahmi saat raker dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/5/2006).Fahmi menegaskan, masalah transshipment berbahaya bagi prospek produk Indonesia di pasar dunia, di samping juga menjatuhkan nama baik Indonesia."Kalau AS sampai mengetahui barang Cina berlabel Indonesia masuk ke AS, kita akan kena skorsing. Hukuman 6 tahun barang kita tidak bisa masuk lagi ke AS," tambahnya.Produk-produk Cina yang dilabeli Indonesia pun sudah semakin banyak. Selain tekstil dan sepatu, kini udang pun kena transshipment. Fahmi menegaskan, kondisi ini sudah memasuki tahap yang kritis sekali.Cina melakukan transshipment setelah AS dan Uni Eropa menerapkan prinsip-prinsip seperti pemberian kuota impor dari Cina. Sehingga Cina memalsukan dokuemen surat keterangan asal (SKA) dari Indonesia."SKA barang Cina yang masuk ke AS seolah-olah memang barang dari Indonesia. Ini sangat berbahaya. Saya telah melakukan berbagai pertemuan penanganan, dan Depperin akan menanganinya secara serius," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads