Pemerintah Tawar Harga Cemex Sama Dengan Rajawali

Pemerintah Tawar Harga Cemex Sama Dengan Rajawali

- detikFinance
Senin, 22 Mei 2006 17:34 WIB
Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan secara resmi untuk membeli 24,9 persen saham Cemex di PT Semen Gresik Tbk. Harga yang ditawarkan pemerintah ke Cemex sama dengan penjualan ke Grup Rajawali US$ 337 juta."Lebih kurang US$ 337 juta," kata Menneg BUMN Sugiharto, usai rakor di Kantor Presiden yang juga dihadiri antara lain oleh wapres Jusuf Kalla dan Menkeu Sri Mulyani, Jakarta, Senin (22/5/2006).Sugiharto menjelaskan, pembelian saham milik Cemex akan dilakukan secara korporasi, dengan membentuk konsorsium untuk memastikan pembelian tersebut.Keinginan beberapa daerah untuk memiliki sebagian saham PT Semen Gresik juga diharapkan bisa terpenuhi melalui cara ini."Nanti Cemex yang tentukan mereka setuju atau tidaknya. Yang pasti harganya sama dengan yang ditawarkan pada Blue Valley Singapore yang kabarnya merupakan bagian Rajawali Grup. Tapi pihak yang menawar selama ini pada Rajawali dan konsorsium lain adalah Blue Valley," papar Sugiharto.Menurut Sugiharto, dengan membentuk konsorsium BUMN akan lebih mudah menyediakan dana dan mengambil 147 juta lebih lembar saham milik Cemex itu. Namun Sugiharto mengaku, belum menunjuk BUMN mana yang akan dikerahkan untuk membeli saham milik Cemex ini."Kita sediakan dana itu, dan kita harap dari dividen stream yang akan diterima dari PT Semen Gresik bisa melunasi kewajiban kita untuk pembiayaan ini," ujar Sugiharto. Majunya pemerintah ikut membeli saham Cemex, ditegaskan Sugiharto, bukan karena pemerintah menolak masuknya Rajawali di Semen Gresik."Kita gak menolak mereka. Kita menjawab penawaran cemex pada kita. Ditawarkan dengan harga sekian ya kita exercise," tukasnya.Diharapkan Cemex bisa memberikan jawaban terhadap tawaran pemerintah ini secepatnya. Selanjutnya, jika Cemex menyutujui transaksinya akan diselesaikan dalam tempo dua bulan. "Karena pemerintah baru hari ini exercise, mestinya dua bulan waktu yang cukup. Kalau terpaksa, kita bisa negosiasi mengenai timing-nya," tandas Sugiharto. Sementara dalam jumpa pers di Kantor Kementrian BUMN, Staf Ahli Menneg BUMN Pandu Djajanto mengatakan, pada 18 Mei lalu pemerintah telah memutuskan untuk membeli saham yang ditawarkan Cemex dengan menggunakan first right of refusal (FRoR).Hal ini sesuai dengan Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) pasal 11 butir 4, untuk membeli 147.695.000 saham Cemex di Semen Gresik senilai US$ 337 juta.Keputusan itu, ungkap Pandu diambil dengan mempertimbangkan, pertama, industri semen adalah bersifat strategis. Untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan perumahan rakyat, sehingga perlu dijaga agar pasokannya terjamin dengan harga terjangkau.Kedua, menghilangkan hak istimewa (voting right) Cemex dalam CSPA serta menyelesaikan masalah arbritase antara pemerintah Indonesia dan Cemex.Ketiga, mengakomodasi aspirasi daerah dalam memiliki saham di Semen Gresik sebagai pengganti keinginan spin off dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa serta sejalan dengan keinginan DPR dan DPRD. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads