Bandara Ngurah Rai Bali Kini Layani 6 Rute Internasional, Ini Daftarnya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 28 Mar 2022 20:15 WIB
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali dibuka pasca Hari Raya Nyepi
Foto: dok. Angkasa Pura I
Jakarta -

Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali melayani penerbangan rute internasional. Hal ini ditandai dengan kembali beroperasinya penerbangan maskapai Qatar Airways rute Doha-Bali pada Minggu (27/3/2022).

"Rute Doha-Bali menjadi rute internasional reguler yang kembali dilayani oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai, setelah sebelumnya sempat berhenti beroperasi sejak awal pandemi. Hingga kini, maskapai Qatar Airways menjadi maskapai ke delapan yang melayani rute penerbangan internasional reguler dari dan menuju Bali," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/3/2022) .

Rute tersebut sekaligus menambah jumlah rute internasional yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi enam rute. Adapun enam rute internasional tersebut yaitu Singapura, Melbourne, Sydney, Tokyo, Kuala Lumpur, dan Doha.

Faik Fahmi pun menambahkan pihaknya sangat antusias dengan pembukaan rute internasional itu, karena mengingat bakal ada potensi tambahan peningkatan jumlah penumpang ke depannya.

"Kami cukup optimistis, dengan semakin bertambahnya rute penerbangan internasional reguler yang kembali beroperasi, akan membawa implikasi positif terhadap pariwisata Bali," tambahnya.

Sejak kembali beroperasi rute penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 3 Februari 2022, hingga Minggu (27/03), ada sebanyak 24.803 penumpang dan 260 penerbangan rute internasional reguler telah terlayani.

"Per tanggal 24 Maret kemarin, Angkasa Pura I telah mengimplementasikan aturan perjalanan internasional baru seiring dengan terbitnya SE Kemenhub Nomor 33 Tahun 2022. Dengan berlakunya aturan baru ini, kami cukup optimis bahwa akan terjadi peningkatan trafik penerbangan dan penumpang rute internasional reguler di bandara-bandara yang kami kelola, khususnya di Bali, Surabaya, Manado, dan Lombok' ujar Faik Fahmi.

Hal itu juga diharapkan akan membawa efek ganda, bagi pemulihan ekonomi dan industri pariwisata di Indonesia secara berkelanjutan.

"Berlakunya aturan baru tersebut, juga tidak menutup kemungkinan akan membuka peluang bagi maskapai lainnya, baik maskapai internasional dan nasional, untuk membuka kembali rute penerbangan internasional reguler, seiring dengan pelonggaran aturan perjalanan internasional. Kami mengimbangi dengan memberikan layanan terbaik, serta dengan mengimplementasikan protokol kesehatan yang berlaku di bandara," tutup Fahmi.

(ara/ara)