Masa Kritis Sampai Juli
Listrik Jawa-Bali Defisit 480 MW
Selasa, 23 Mei 2006 14:49 WIB
Jakarta - Pasokan listrik Jawa-Bali saat ini mengalami defisit sekitar 480 megawatt (MW).Belum pulihnya pasokan tersebut memaksa PLN harus melakukan beberapa kali pemadaman.Defisit listrik Jawa-Bali ini karena adanya gangguan di PLTGU Tanjung Priok, PLTGU Muara Karang, dan PLTU Paiton unit 5.Pada Selasa ini saja, PLN telah melakukan pemadaman selama dua kali, yaitu pukul 08.00 dan pukul 14.00."Pukul 08.00 kita memadamkan listrik sebesar 240 MW dan pukul 14.00 sebanyak 250 MW sehingga total mencapai 490 MW," kata GM Pusat Pengaturan dan Penyaluran Beban Jawa-Bali Muldjo Adji, di kantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (23/5/2006).Sementara untuk malam nanti saat peak time pukul 17.00-22.00, PLN masih tetap ada kemungkinan melakukan pemadaman listrik karena kekurangan pasokan listrik tersebut."Tapi ini bisa dihindari kalau setengah pelanggan kita saja mengurangi listrik 50 watt. Itu akan mengurangi pasokan listrik sekitar 322 MW jadi jumlahnya cukup signifikan," kata Muldjo.Pemadaman sementara tersebut sebanyak 490 MW yang terdiri dari Jakarta 129 MW, Jawa Barat dan Banten 140 MW, Jawa Tengah 65 MW, Jawa Timur 160 MW, dan Bali 16 MW.Dijelaskan Muldjo, pembangkit Paiton 5 mengalami kerusakan pada mesin mill, yaitu mesin untuk penghancuran batubara sebelum masuk ke pembakaran PLTU. Unit 5 Paiton bisa memasok listrik 600 MW.Muldjo memperkirakan pasokan listrik Jawa-Bali akan terus mengalamai masa kritis hingga Juli mendatang. Terlebih lagi dengan masuknya musim kemarau yang mengakibatkan debit air di Waduk Saguling, Cirata dan Jatiluhur mengalami penurunan."Debit air yang biasanya mencapai 200-300 meter kubik per detik, kalau musim kemarau hanya 50-60 meter kubik per detik. Ini yang akan mempengaruhi pasokan listrik di 3 PLTA tersebut," ungkap Muldjo.PLN, kata Muldjo, akan berupaya menutupi kekurangan listrik tersebut dengan memasok dari PLTGU Cilegon yang saat ini telah masuk dalam tahap sinkronisasi."Kita mengupayakan pukul lima sore ini masuk ke sistem, tapi kita lihat dulu apakah hari ini melanggar kontrak atau tidak. Mudah-mudahan mereka bisa masuk 160 MW," tutur Muldjo.
(ir/)











































