SBY: Utang ke IMF Akan Dilunasi dalam Waktu 2 Tahun

SBY: Utang ke IMF Akan Dilunasi dalam Waktu 2 Tahun

- detikFinance
Selasa, 23 Mei 2006 16:01 WIB
Mataram - Indonesia akan segera melunasi utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) yang mencapai US$ 7,8 miliar dalam periode dua tahun ke depan. Utang itu akan dicicil dua kali.Hal tersebut diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidatonya saat membuka Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Grand Legi, Mataram, Selasa (23/5/2006)."Saya sudah bicara dengan Gubernur BI bahwa saatnya kita untuk melunasi utang kepada IMF sebesar US$ 7,8 miliar yang insya Allah akan kita tutup dua kali dalam dua tahun. Dibayar separo dulu, baru separo lagi," urai SBY.Setelah melunasi utangnya ke IMF, SBY berharap Indonesia bisa lebih mandiri dalam hal pembiayaan untuk pembangunan. Di tempat terpisah, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan, pihaknya telah mengkaji beberapa opsi pembayaran utang IMF. Opsi yang belum final ini nantinya akan diserahkan kepada pemerintah. Pertama, opsi membayar 50 persen saja. Kedua, membayar dua kali dalam setahun. Ketiga, utang IMF dibayar dalam jangka waktu 2 tahun. "Sekarang BI sedang mempelajari. Memang konsideran utamanya adalah kecukupan cadangan devisa. Jadi tentunya ada beberapa alternatif," ujar Hartadi di sela-sela rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.Mengenai pernyataan Presiden SBY, Hartadi mengatakan bahwa opsi itu sangat memungkinkan. Yang pasti, tegas Hartadi, dalam pembayaran utang perlu diperhatikan soal kecukupan cadangan devisa. "Itu memungkinkan. Pokoknya yang paling diutamakan BI adalah kecukupan cadangan devisa," tambahnya.Pengelolaan utangDalam kesempatan tersebut, SBY juga menegaskan bahwa saat ini tidak perlu lagi ada perdebatan soal mengapa utang Indonesia semakin banyak. "Ya memang karena kebutuhan dan dampak yang paling besar karena krisis. Yang jelas utang kita makin menumpuk," ujarnya. SBY menambahkan, utang inilah yang harus dikelola agar semakin berkurang. SBY pun memaparkan bahwa rasio utang Indonesia terhadap PDB memang kecenderungannya terus berkurang.Jika pada awal krisis rasio utang terhadap PDB masih 140 persen, maka pada tahun 2004 angkanya tinggal 53 persen. Pada tahun 2005 turun lagi menjadi 47 persen. "Mari kita melanjutkan gerakan mengelola utang ini agar lebih cepat dan kita tingkatkan pendapan dalam negeri dari pajak dan non pajak. Cegah kebocoran dan penguapan untuk kuatnya ekonomi kita," imbau SBY. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads