Apindo: PLN Jangan Teror Krisis Listrik ke Dunia Usaha

Apindo: PLN Jangan Teror Krisis Listrik ke Dunia Usaha

- detikFinance
Selasa, 23 Mei 2006 16:20 WIB
Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta tidak menakut-nakuti dunia usaha terkait masalah krisis listrik Jawa-Bali, dengan meminta pengurangan pemakaian listrik kepada industri.PLN mengalami defisit listrik akibat berkurangnya pasokan PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok hingga 750 mega watt (MW).Permintaan pengurangan pemakaian listrik ini, paling banyak berdampak pada perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT). "Masalahnya industri tidak bisa bekerja tanpa kepastian pasokan listrik dari PLN. Kami terancam tidak bisa mengirim pesanan dan bisa kena penalti, karena tidak mungkin bekerja kalau listrik mati," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (23/5/2006).Selain sektor tekstil, industri manufaktur yang terancam adalah industri besi, baja termasuk Krakatau Steel, industri petrochemical dan serat sintetis.Dampak seretnya pasokan listrik ini, menurut Sofjan, berpengaruh terhadap kinerja produksi yang menurun, namun penurunannya belum bisa dikalkulasikan."Kalau listrik diminta berhemat lagi yang terjadi akan ada penyesuaian jam kerja. Pokoknya yang terjadi multiplier effect," keluh Sofjan.Terlebih lagi, ungkap Sofjan, akan timbul ketidakpastian yang menyebabkan kerugian berantai. "Jadi PLN jangan menakut-nakuti kami," tukas Sofjan. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads