ADVERTISEMENT

Dikerek PPN, Beli Mi Instan Sampai Kripto Bakal Makin Mahal

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 19:00 WIB
Ilustrasi Kripto
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sudah naik menjadi 11%. Penyesuaian ini turut mengerek harga produk dan jasa yang tidak dikecualikan dalam pengenaan PPN.

Kenaikan PPN diatur dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Kebijakan diberlakukan sejak 1 April 2022 dari yang sebelumnya 10%.

Dirangkum detikcom, berikut sedikitnya barang dan jasa yang naik dikerek PPN:

1. Perhiasan Kena PPN 11%

Emas batangan dan emas granula memang mendapat fasilitas PPN tidak dipungut. Khusus emas perhiasan, dikenakan PPN dan berpeluang mengerek harganya.

"Kebanyakan negara mengenakannya memang hanya di emas perhiasan, kalung yang dikalungkan itu kena PPN. Emas batangan memang di banyak negara itu tidak dikenakan, oleh karena itu emas batangan kita tidak akan kenakan PPN," kata Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Hestu Yoga Saksama dalam media briefing di Pulau Dua Restaurant, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).

2. Kripto Mau Dikenakan PPN Final

Selanjutnya transaksi perdagangan aset kripto akan dikenakan PPN final sebesar 0,1% dari jumlah transaksinya. Hal itu dikarenakan kripto dianggap bukan mata uang.

Direktur Peraturan Perpajakan I DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan tarif yang akan dikenakan sebesar 0,1% dari jumlah transaksinya. Kebijakan ini baru akan diimplementasikan di periode Mei 2022 sambil menunggu peraturan turunannya berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) keluar.

"Ini nanti kurang lebih modelnya sama dengan model transaksi saham di bursa. Ada pemungut, pemotong dengan tarif tertentu dan sifatnya final. Dikarenakan pengadaannya baru, maka akan kami coba sesederhana mungkin," bebernya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT