Bali Kembali Bergeliat, Pelaku UMKM Mulai Bisa 'Bernafas'

ADVERTISEMENT

Bali Kembali Bergeliat, Pelaku UMKM Mulai Bisa 'Bernafas'

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 11:12 WIB
pariwisata bali
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Dua tahun lamanya Bali mati suri akibat pandemi COVID-19 yang memporak-porandakan ekonomi nasional. Setelah adanya pelonggaran aturan perjalanan, Bali yang mengandalkan kehidupan dari industri pariwisata kini bergeliat kembali.

Saat Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal pandemi tahun 2020, kegiatan usaha pariwisata di Bali bisa dikatakan lumpuh total. Sebab kegiatan wisata, baik untuk turis asing maupun wisatawan lokal, tidak diperbolehkan.

Dampak perekonomian akibat pandemi dirasakan oleh mayoritas masyarakat Bali, khususnya mereka yang mencari nafkah di sektor pariwisata. Baik dari bidang jasa, tour and travel, penginapan, dan usaha makanan, hingga pelaku usaha mikro kelas menengah (UMKM) yang menjual oleh-oleh khas Bali untuk para wisatawan.

"Pas dulu lockdown (PSBB) mati semua usaha di sini. Karena bener-bener ndak ada turis datang," kata salah seorang pengemudi taksi online, Made, Senin (4/4/2022).

Sepanjang masa pandemi COVID-19, memang ada beberapa kali momen wisatawan domestik memanfaatkan untuk liburan ke Bali. Terutama saat liburan akhir tahun.

Hanya saja, pengetatan aturan wisata sepanjang pandemi akibat lonjakan kasus COVID-19 membuat Pulau Dewata tersebut tak banyak bisa menujukkan pesonanya.

Bali yang biasanya ramai pun menjadi redup. Beberapa lokasi tempat wisatawan biasa beraktivitas seperti Kuta di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan beberapa lokasi lainnya, terlihat sangat sepi.

Sejak Bali kembali membuka pintu untuk warga negara asing (WNA) dan adanya penghapusan karantina, sedikit demi sedikit kehidupan wisata di Bali mulai kembali normal. Apalagi, syarat bagi pelaku perjalanan domestik kini sudah dilonggarkan.

"Sekarang lumayan, turis lokal banyak yang sudah datang. Walau belum seperti dulu, tapi Bali sudah mulai ramai lagi," jelas Made.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "3 Kota di Indonesia yang Banyak Dikunjungi Dalam 5 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT