Wanita Ini Resign dan Setop Bisnis, Pilih Jadi Dukun Bergaji Rp 1,7 M/Bulan

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 20:15 WIB
Ilustrasi dukun cabul atau penipu
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta -

Ada kisah unik dari seorang wanita bernama Candiss Pitts. Wanita berusia 33 tahun ini membuat pilihan tak biasa yang membuat penghasilannya sekarang US$ 119.000 per bulan atau setara Rp 1,7 miliar (kurs Rp 14.337).

Penghasilan itu didapat dari pekerjaannya sebagai dukun. Namun, tidak serta merta menjadi dukun begitu saja. Pitts sempat bekerja penuh waktu dan membangun bisnis juga.

"Setelah kuliah, saya bekerja di penjualan langsung, mendapatkan tempat di 2% konsultan teratas di perusahaan saya. Pekerjaan itu datang dengan banyak fasilitas. Saya dihargai dengan perjalanan gratis, tas tangan desainer, dan pesta rumah besar," ujarnya, dikutip dari CNBC, Senin (4/4/2022).

Kemudian, Pitts bercerita terus mempertanyakan siapa dirinya dan apa tujuannya ke depan. Untuk itu, pada usia 24 tahun dia membangun The Royal Shaman, sebuah bisnis konsultasi spiritual bagi para CEO dan pengusaha elit.

"Tahun lalu, perusahaan saya menghasilkan US$ 972.000 dalam pendapatan kotor," ujarnya.

Berjalannya waktu, Pitts merasa memiliki karunia yang tidak biasa. Dia mengatakan dirinya bisa mengetahui dan melihat hal-hal yang tidak dapat dilakukan orang lain. Pada titik inilah Pitts memutuskan untuk melakukan perjalanan spiritual selama lima tahun dan kemudian berlatih menjadi dukun.

"Setelah merasa terputus dari karir penjualan saya, saya memutuskan untuk mengikuti intuisi saya. Jadi pada tahun 2013, saya berhenti dari pekerjaan saya dan memulai perjalanan spiritual lima tahun yang membawa saya ke Afrika Selatan, di mana saya dilatih untuk menjadi dukun," tuturnya.

Dukun adalah "penyembuh" yang dalam berbagai cara menjembatani alam fisik dan non-fisik. Pitts menerangkan dalam ilmu dukun inisiasi melibatkan pelatihan ketat dalam psikologi.

"Menyembuhkan seseorang secara fisik, mental, emosional atau spiritual dengan mendiagnosis hambatan mereka, melakukan ritual yang memanggil leluhur untuk membantu, atau membimbing mereka kembali ke harmoni dengan jiwa mereka," ungkapnya.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Ia mengatakan dalam proses menjadi dukun sangat mahal. Ia mengaku harus menanggung biaya seperti perjalanan dan bahan untuk ritual. Secara keseluruhan, dia menghabiskan lebih dari US$ 100.000 dan harus mengambil pekerjaan di bidang pemasaran dan strategi bisnis untuk bertahan.

Pada September 2018, Pitts kembali ke rumah dan mulai menawarkan sesi konseling spiritual individu. "Saya membantu klien saya memperluas dan mengangkat kesadaran mereka pada tingkat yang lebih spiritual. Ini adalah praktik kuno dan terhormat," terangnya.

Konseling itu awalnya diberi harga setiap sesi US$ 197. Pitts mengatakan orang-orang banyak yang berkonseling kepada dirinya karena melihat perjalanan spiritualnya yang dia ceritakan di Facebook.

"Setelah beberapa bulan, saya tahu bahwa saya harus memperluas layanan saya. Saya meluncurkan program grup pertama saya pada Desember 2018. Dengan US$ 97 per bulan, anggota memiliki akses ke panggilan pelatihan grup mingguan," ungkapnya.

Awal-awal dengan orang yang hanya mendaftar 20 orang penghasilan Pitts baru US$ 17.000. Hingga akhirnya ada 2020 meningkat signifikan. Kenaikan ini karena target pasar dari Pitts adalah orang-orang kaya.

"Tujuan baru saya adalah untuk menarik klien elit, khususnya yang berpenghasilan tinggi dan pengusaha tingkat tinggi. Saya berhenti memposting di Facebook mulai memasarkan diri saya di podcast, penampilan wawancara, dan di Mighty Networks, platform komunitas untuk merek," ungkapnya.

Profesinya sebagai dukun mulai terkenal, harga konsultasi naik menjadi mulai dari US$ 15.000 hingga US$ 200,000 per tahun untuk pembinaan eksklusif satu lawan satu.

Kini, dia tidak sendiri. Pitts mengaku telah memiliki lima karyawan tetap. Karyawan itu terdiri dari manajer bisnis, asisten virtual, manajer pemasaran digital, spesialis penjualan, dan divisi pelatih pola pikir. Ia bahkan berencana untuk menambah karyawan baru.

Pada tahun 2020, terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi, pendapatan kotor dia tumbuh menjadi US$ 209.000. Pada tahun 2021, naik menjadi dengan US$ 972.000.

Hingga akhirnya, Pitts mengaku penghasilannya sudah lebih dari US$ 2 juta setahun ini. Jadi rata-rata penghasilannya US$ 119.000 per bulan.

(dna/dna)