3 Fakta Pegawai Bergaji Rp 60 Juta Rampok BJB Gegara Terbelit Utang Rp 1,5 M

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 17:49 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Seorang pria berinisial BS (43) ditangkap polisi karena melakukan percobaan perampokan di Bank BJB Cilandak, Jakarta Selatan. Ada sejumlah fakta menarik terkait peristiwa ini.

"Jadi yang bersangkutan sebenarnya dari latar belakangnya, yang bersangkutan adalah pegawai di salah satu bank swasta," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (6/4/2022).

Berikut Fakta-faktanya:

1. Bergaji Rp 60 Juta

BS memiliki posisi cukup bagus di bank swasta kala itu. Bahkan dia memiliki gaji yang fantastis sebagai seorang staf.

"Posisinya cukup bagus sebenarnya, staf HRD. Dan kalau dilihat dari penghasilan atau gajinya, itu sudah cukup besar. Kalau tidak salah Rp 60 juta per bulan," tutur Budhi.

BS ditangkap setelah melakukan percobaan perampokan di BJB Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (5/4). BS sempat melepaskan tembakan ke arah teller, tetapi beruntung tidak ada korban jiwa.

2. Terlilit Utang Rp 1,5 M

BS nekat merampok bank pelat merah di Cilandak, Jakarta Selatan, karena terlilit utang. Polisi menyebutkan pegawai bank swasta ini punya utang hingga miliaran rupiah.

"Tersangka utangnya Rp 1,5 miliar. Utang pokoknya Rp 1 miliar, bunganya Rp 500 juta," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Ridwan Soplanit saat dihubungi.

Ridwan mengatakan BS memiliki utang kepada kenalannya, inisial D, pada Januari 2022. Jatuh tempo utangnya itu pada Jumat (8/4) pekan ini.

"Dia bukan ke rentenir sih minjamnya, (ke) kenalannya, dia pernah kenal dengan orang itu. Iya betul, (Januari) harus dikembalikan dalam waktu tiga bulan," ujarnya.

3. Untuk Modal Bisnis

Ridwan menambahkan, tersangka meminjam uang tersebut untuk modal bisnis. Hanya, Ridwan tidak menjelaskan lebih detail bisnis apa yang digeluti oleh tersangka itu. "Untuk bisnis. Tapi masih kita dalami juga," tuturnya.

Tersangka kalang kabut saat utangnya mendekati jatuh tempo. Ia pun mengambil jalan pintas dengan merampok ke bank pelat merah di Cilandak, Jaksel, namun aksinya itu digagalkan satpam bank.

"Di mana di hari Jumat nanti itu sudah jatuh tempo utangnya. Dan yang bersangkutan harus membayar utangnya dan terus dikejar oleh yang meminjamkan utangnya, sehingga dia timbul pikiran nekat untuk melakukan kejahatan," ujarnya.

(fdl/fdl)