ADVERTISEMENT

Insentif Adalah...? Berikut Pengertian dan Manfaatnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 07 Apr 2022 19:30 WIB
Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.
Salah Satu Contoh Insentif Adalah Pembebasan PPnBM untuk Mobil/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Untuk para pekerja atau karyawan pasti sudah cukup familiar dengan istilah insentif. Insentif adalah salah satu jenis komisi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan insentif? Selain itu apa saja manfaat dari insentif ini? Melansir dari situs Accurate.id, berikut penjelasannya.

Pengertian Insentif

Pada dasarnya insentif adalah bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya karena sudah mencapai target tertentu atau melakukan dedikasi yang tinggi.

Pemberian insentif ini diluar dari gaji pokok yang memang sudah menjadi hak yang harus diperoleh karyawan. Tujuan dari adanya pemberian insentif ini agar para karyawan bisa bekerja lebih maksimal karena mereka merasa hasil usahanya lebih dihargai.

Pemberian gaji atau insentif ini juga harus bisa dibedakan, karena walaupun berupa imbalan atau tanda jasa, keduanya mempunyai fungsi dan peran yang jelas berbeda.

Gaji adalah hak pokok karyawan yang sudah bekerja pada suatu perusahaan. Sedangkan insentif adalah lebih ke arah motivasi atau stimulus bagi karyawan untuk mampu meningkatkan performanya dalam bekerja.

Jumlahnya pun tidak tetap dan dipertimbangkan berdasarkan pencapaian dan upah pokok karyawannya. Pemberiannya juga hanya dilakukan dalam satu waktu saja dan bisa dicairkan di luar jadwal rutin pemberian gaji.

Manfaat Insentif

Para ahli sudah banyak yang sepakat bahwa pemberian insentif ini mempunyai banyak sekali manfaat dan tujuan yang bisa didapatkan oleh pihak karyawan dan perusahaan. Berikut penjelasannya

1. Manfaat Bagi Perusahaan
- Karyawan Akan Bekerja Lebih Giat
Ketika perusahaan rutin memberikan insentif kepada karyawan yang mempunyai performa terbaik, maka pekerja lainnya pun akan turut berlomba-lomba dalam meningkatkan performanya. Hal tersebut tentunya akan membuat karyawan bekerja lebih keras, semangat dan lebih cepat secara langsung.

- Karyawan Akan Lebih Disiplin
Ketika karyawan sudah mempunyai etos kerja yang baik, maka persaingan untuk bisa memperoleh insentif adalah dengan meningkatkan performa yang lebih disiplin dan kreatif. Sehingga, perusahaan akan mempunyai sumber daya manusia yang bersaing dan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan secara lebih signifikan.

2. Manfaat Bagi Karyawan
- Motivasi
Manfaat yang jelas akan akan dirasakan oleh karyawan karena mendapatkan insentif adalah meningkatnya pemasukan dari perusahaan.

Tapi, pemberian insentif itu juga tidak hanya terbatas pada bidang keuangan saja. Dalam etos kerja, insentif juga mampu memotivasi karyawan untuk bekerja lebih keras dalam memberikan yang terbaik pada perusahaan.

- Tanda Balas Jasa
Manfaat lainnya yang akan dirasakan karyawan adalah prestasi dan usaha yang mereka lakukan bisa diukur secara kualitatif dan kuantitatif.

Insentif juga menjadi tanda bukti atas balas jasa atas kerja keras yang dilakukan oleh karyawan dalam bentuk bonus tertentu. Sehingga, pihak karyawan juga tidak akan segan untuk bekerja lebih keras pada perusahaan dan meningkatkan kemampuannya demi mendapatkan insentif tersebut.

Jenis-jenis Insentif

Berdasarkan pemberiannya, maka insentif terbagi menjadi dua jenis, yaitu insentif finansial dan insentif non finansial:

1. Insentif Finansial
Dalam hal ini, insentif finansial diberikan dalam wujud keuangan yang diberikan di luar dari gaji pokok yang diterima oleh pihak karyawan.

Selain itu, pemberian insentif ini juga diberikan berdasarkan keuntungan atau laba perusahaan dan melalui berbagai hal yang menyangkut tingkat kesejahteraan karyawan, seperti kesehatan, rekreasi, jaminan hari tua, dll.

2. Insentif Non-Finansial
Seperti namanya, insentif non-finansial ini diberikan dalam bentuk lain selain uang, seperti promosi jabatan, lingkungan kerja yang lebih positif, hingga hubungan yang lebih baik dengan para atasannya.

Selain itu, ada juga insentif lain yang secara tidak langsung dirasakan oleh karyawan. Jenis insentif ini disebut dengan insentif sosial, yang mana hubungannya dengan rekan kerja akan semakin lebih baik.

Cara Memberikan Insentif Secara Efektif

Agar perusahaan bisa mengurangi potensi kerugian karena pemberian insentif, maka ada beberapa indikator yang bisa dijadikan parameter perusahaan dalam memberikan insentif, yaitu:

1. Kinerja atau Prestasi Karyawan
Parameter pertama dan paling utama dalam memberikan insentif adalah harus berdasarkan performa atau prestasi yang mampu dicapai oleh karyawan.

2. Efisiensi Pekerjaan
Efisiensi pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan akan menjadi tanggung jawab mereka, apakah pekerjaannya bisa dilakukan lebih cepat ataukah tidak.

3. Jabatan atau Senioritas
Nominal insentif juga ada baiknya dihitung dengan berdasarkan senioritas atau masa bakti karyawan bekerja di perusahaan tersebut. Keperluan dan kebutuhan karyawan dalam meningkatkan kualitas hidupnya juga bisa dijadikan parameter lain bagi perusahaan dalam memberikan insentif.

4. Keadilan dan Kelayakan
Selain itu, perusahaan juga harus memerhatikan secara cermat terkait keadilan dan kelayakan karyawan dalam menerima insentif. Jika hal ini diabaikan, maka pemberian insentif justru akan memberikan kerugian bagi perusahaan.

Demikian informasi seputar insentif. Perlu diingat bahwa insentif adalah salah satu jenis komisi yang diminati para pekerja. Jadi buat para bos jangan pelit-pelit ya!

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT