Potret Peluang Ekonomi Nelayan Melalui Digitalisasi Bersama Shopee

Atta Kharisma - detikFinance
Kamis, 07 Apr 2022 14:51 WIB
Shopee UMKM
Foto: Istimewa
Jakarta -

Puluhan nelayan yang pulang dari melaut di Laut Jawa menyandarkan kapal mereka di tepi laut daerah Serang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Para pelaut ini baru saja melaut setelah hampir satu minggu tidak dapat berlayar karena cuaca buruk.

Di kawasan tersebut, seorang pelaku UMKM yang berjualan ikan asin bernama M Rokib (35) sibuk melihat ikan dari nelayan yang telah diolah menjadi ikan kering dan ikan asin. Sebelum membawa pulang ikan untuk dijual di eCommerce, pemilik UMKM Rokibstore asal Rembang ini memastikan terlebih dahulu kualitas ikan olahan hasil tangkapan nelayan.

Rokib adalah salah satu pelanggan yang menjadi andalan sejumlah nelayan daerah Sarang lantaran inisiatifnya untuk membeli langsung hasil tangkapan ikan dari para nelayan dengan harga yang pantas.

"Tidak setiap hari nelayan itu bisa panen karena bergantung pada musim dan cuaca. Jadi saya ingin bantu membeli langsung dari nelayan dengan harga lebih, ya untuk membantu mereka juga," ujar Rokib dalam keterangannya, Kamis (7/4/2022).

Sebagai warga pesisir, Rokib sadar tidak semua nelayan yang melek akan teknologi. Sementara, dia melihat peluang dari menjual ikan hasil tangkapan melalui eCommerce, sehingga nelayan tidak sekadar bergantung pada tempat pelelangan ikan (TPI) setempat.

"Saya tinggal di daerah penghasil ikan. Para nelayan baru mendapatkan penghasilan jika ikannya laku di TPI. Jadi pembelinya itu-itu saja. Saya terpikir untuk memperluas jangkauan dan peluang dengan menjual ikan secara online," ungkapnya.

Awalnya, Rokib mulai menjual olahan ikan pada tahun 2019 melalui media sosial pribadinya. Setahun berjalan, penjualan di media sosial perlahan sepi, sehingga ia harus mencari cara untuk tetap dapat menjual ikan hasil tangkapan nelayan Rembang. Rokib pun akhirnya menemukan informasi mengenai berjualan online.

Bak gayung bersambut, di awal tahun 2020 Rokib mendapat kabar di daerahnya akan ada pelatihan bisnis digital dari Shopee. Ia kemudian mengikuti pelatihan tersebut hingga akhirnya membuka toko di Shopee yang diberi nama Rokibstore.

"Melalui Bimbel Shopee, Saya masih ingat saat pelatihan diajari cara upload produk yang baik dan menarik, cara menulis deskripsi yang dibutuhkan pembeli, sampai cara memahami persaingan harga dan strateginya seperti apa. Saya juga ingat waktu itu trainer-nya masih saya tanya-tanya terus setelah pelatihan," paparnya.

Shopee UMKM Foto: Istimewa

Perlahan penjualan online Rokibstore mulai meningkat. Dari yang sebelumnya mendapat 5 orderan per hari, kini menjadi 20 sampai 60 orderan per hari. Semangat Rokib untuk menjual ikan tak hanya untuk mencari keuntungan pribadi, tapi juga agar bisa menjadi salah satu penggerak ekonomi puluhan keluarga nelayan di daerahnya.

Rokib menganggap dirinya sebagai perpanjangan yang membantu mempromosikan hasil panen nelayan secara digital.

"Para nelayan di sini harus terus melaut untuk berpenghasilan. Sementara pasar di pesisir ini sangat terbatas dan nggak semua nelayan melek teknologi. Jadi saya menganggap sedang membantu mempromosikan tangkapan mereka melalui Shopee. Pasar jadi lebih luas dan ikan mereka laku," pungkas Rokib.

Digitalisasi Shopee untuk Para Nelayan dan Pelaku UMKM Pesisir

Tak hanya bagi nelayan, menjual olahan ikan secara online juga memberikan peluang pekerjaan dari UMKM. Seperti toko Ikan Asin Fatimah13 asal Tegal, Jawa Tengah.

Toko ini menjual olahan ikan hasil tangkapan nelayan dari daerah pesisir Tegalsari dan Muarareja. Pemilik toko, Indra Waluyo (34) mengatakan dirinya ingin menjual olahan ikan langsung ke tangan konsumen lokal dan luar kota.

Sehingga, ia memutuskan untuk berjualan ikan kering dan ikan asin secara online melalui Shopee. Indra juga melakukan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan penjualan, sampai akhirnya usaha yang dia mulai bersama istri perlahan membesar.

Salah satu strategi berjualan online Ikan Asin Fatimah13 yaitu pengemasan produk yang baik sehingga aman untuk pengiriman ke luar kota. Konsistensinya dalam menyediakan dan menjaga kualitas produk olahan ikan dari pesisir membuat usaha Indra berkembang hingga akhirnya ia kini memiliki 7 orang karyawan untuk membantu usahanya.

"Setelah mengambil ikan dari para nelayan, kami mengemas dengan baik produk ikan untuk pengiriman ke luar kota yang dibeli melalui Shopee. Sekarang, setidaknya saya memberikan lapangan pekerjaan juga untuk karyawan yang merupakan warga pesisir dan keluarga nelayan," imbuh Indra.

Shopee UMKMFoto: Istimewa

Membuka toko olahan ikan secara online telah memberikan harapan baru cara menjual ikan hasil panen nelayan. Tak hanya berdampak positif bagi nelayan, hal ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir.

Shopee sebagai platform digital memiliki potensi penjualan yang cukup besar di era digital saat ini. Ikan tangkapan nelayan dapat dijual hingga ke penjuru daerah. Shopee pun membantu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang dapat terus bergerak, bahkan hingga sampai ke pesisir.



Simak Video "Jokowi: 17,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital, Jumlah Ini Belum Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ang)