Kronologi Pesawat Boeing 757 DHL Tergelincir Saat Mendarat Hingga Terbelah

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 08 Apr 2022 10:17 WIB
Pesawat jet kargo Boeing 757 milik DHL tergelincir saat mendarat di bandara internasional di San Jose, Kosta Rika. Insiden itu membuat pesawat patah jadi dua.
Pesawat jet kargo Boeing 757 milik DHL tergelincir saat mendarat di bandara internasional di San Jose, Kosta Rika/Foto: AP Photo/Carlos Gonzalez
Jakarta -

Pesawat kargo milik DHL International tergelincir saat mendarat di Bandara Internasional San Jose, Kosta Rika, Amerika Tengah. Insiden itu mengakibatkan pesawat terbelah dua.

Mengutip dari HuffPost, Jumat (8/4/2022) Direktur Departemen Pemadam Kebakaran Kosta Rika, H├ęctor Chaves menjelaskan kronologinya. Pesawat DHL jenis Boeing 757 itu lepas landas dari Bandara Juan Santamaria.

Kemudian sempat memutuskan untuk kembali setelah mendeteksi kegagalan dalam sistem hidrolik. Lalu mendarat di Bandara Internasional San Jose, Kosta Rika.

Ketika proses pendaratan tiba-tiba pesawat itu tergelincir. Di mana pesawat berbelok dan kemudian patah menjadi dua, sehingga muatannya tercecer.

Wakil Direktur Penerbangan Sipil Kosta Rika, Luis Miranda, mengatakan pesawat itu hanya pergi sekitar 35 mil dari bandara ketika meminta izin untuk kembali dari penerbangan yang direncanakan ke Guatemala City.

Dia mengatakan pilot dan co-pilot adalah awak di dalam pesawat yang membawa bahan bakar sekitar 2,5 jam. Dalam insiden tidak ada korban jiwa.

Administrasi bandara mengatakan kecelakaan membuat bandara ditutup untuk penerbangan masuk dan keluar hingga setidaknya pukul 6 sore. Beberapa penerbangan akan dialihkan ke Bandara Internasional Daniel Oduber di Liberia, sekitar 125 mil barat laut San Jose.

Juru Bicara Maskapai Kargo DHL menuturkan kedua pilot tidak terluka tetapi satu sedang menjalani pemeriksaan medis sebagai tindakan pencegahan.

Sementara Juru bicara DHL Daniel McGrath menyatakan perusahaan tersebut bekerja sama dengan otoritas bandara untuk memindahkan pesawat sehingga penerbangan dapat dilanjutkan. Dia mengatakan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

Sebagai informasi, DHL merupakan anak perusahaan dari Deutsche Post DHL Group. Grup itu merupakan perusahaan di sektor pengantaran paket dan manajemen rantai pasok multinasional yang berkantor pusat di Bonn, Jerman.

(ara/ara)