ADVERTISEMENT

Ini Deretan Pencapaian Freeport bagi Pertumbuhan Ekonomi Papua

Inkana Putri - detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2022 19:45 WIB
55 Tahun Freeport Indonesia
Foto: PTFI
Jakarta -

Menginjak usia ke-55, PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar perayaan hari ulang tahunnya di tiga lokasi kerja yakni, Tembagapura, Kuala Kencana dan Jakarta, Kamis (7/4). Mengusung tema 'Dedikasi Bagi Negeri', tema ini merefleksikan komitmen untuk memberikan yang terbaik dari 'Rumah Kita', yang dibangun dengan nilai SINCERE (Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence).

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan kehadiran PTFI di tahun 1967 menandai dimulainya investasi asing pertama di era orde baru. Selama 55 tahun berkiprah, PTFI telah menjalani berbagai tantangan dan pencapaian mulai dari era Kontrak Karya I untuk pengelolaan tambang Erstberg, dan penemuan cadangan bijih di Grasberg. PTFI juga bersinergi bersama Pemerintah Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Di tengah pandemi, kata Tony, PTFI masih dapat terus berproduksi dan mencapai target sesuai rencana sehingga tetap berkontribusi bagi negara dan pertumbuhan ekonomi Papua. Salah satunya, saat ekonomi nasional mengalami penurunan di semester kedua tahun 2020, ekonomi Papua tumbuh 29% dari sektor pertambangan.

"Dengan slogan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, terlebih lagi dengan kepemilikan saham 51,2% oleh pemerintah yang diwakili Inalum pada saat itu, menjadi sinergi yang paling baik, contoh paling konkret dari public-private partnership sehingga kita berhasil mengolah dan mengelola sumber daya mineral kita untuk masa depan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut tidak terlepas dari pencapaian ramp-up produksi hingga 100% dan juga kontribusi lebih banyak lagi bagi bangsa dan negara," ujar Tony dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/4/2022).

Sementara itu, Direktur Utama PTFI, Hendi Prio Santoso mengapresiasi atas capaian PTFI yang telah menjadi pioner pengembangan dan pengoperasian tambang bawah tanah block caving terbesar di dunia. Terlebih tambang ini juga menjadi referensi tambang global lainnya.

"PTFI telah memasuki babak baru dalam penguatan komitmen dedikasi untuk negeri dengan pengembangan kapasitas smelter baru di dalam negeri yang insyaallah akan beroperasi di tahun 2024. Apresiasi, terima kasih dan rasa bangga kami terhadap kontribusi dan peran serta keluarga besar PTFI yang telah menjadi bagian penting dari pencapaian Mind ID untuk kontribusi negara dan bangsa," kata Hendi.

Di sisi lain, Presiden RI, Joko Widodo yang hadir secara virtual mengapresiasi seluruh karyawan PTFI yang telah berkontribusi mengolah dan mengelola sumber daya mineral Indonesia. Menurutnya, dedikasi ini memberikan manfaat besar bagi kemakmuran rakyat, serta berkontribusi untuk masa depan Indonesia.

"PTFI harus mengambil bagian dari transformasi bangsa, mempercepat hilirisasi dari produk-produk tambang kita dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ujar Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Menteri BUMN, Erick Thohir juga mengapresiasi peran dan kontribusi PTFI bagi ekonomi Indonesia, khususnya Papua. Ia menilai PTFI menjadi perusahaan yang mendukung sustainability, serta memajukan kesejahteraan masyarakat Papua, khususnya dalam mengembangkan pendidikan bagi anak-anak Papua.

"Kapabilitas PTFI dalam pengelolaan proyek tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral provinsi Papua telah menjadi rumah bagi insan-insan terbaik seluruh Indonesia. Saya berpesan kepada PTFI untuk terus melanjutkan kinerja baiknya, serta program transformasi dan inovasi yang telah dilakukan, seluruh insan PTFI juga untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dalam mengatasi tantangan dan beradaptasi pada disrupsi bisnis saat ini terutama dalam menyongsong teknologi terbaru di sektor pertambangan yaitu 5G Mining pertama di Asia Tenggara serta terus berperan strategis sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita emas Indonesia di tahun 2045," pungkas Erick.

Sebagai informasi, acara perayaan ini menampilkan drama musikal perjalanan sejarah perusahaan yang melibatkan 75 orang karyawan dan komunitas PTFI yang terlibat. Mereka dilatih oleh koreografer, Agus Noor bersama timnya. Beberapa artis pun turut diundang untuk memeriahkan acara ini, antara lain Andrea Lee, Sandhy Sondoro, Socha Band, Iyan Yosua, dan Sonya Bara.

Perayaan dimulai pagi hari dengan acara konser kecil oleh Sandhy Sondoro di Tambang Bawah Tanah, yang berhasil mencetak rekor MURI untuk pertunjukan musik di lokasi terdalam, 1.220 m di bawah permukaan tanah. Acara pun dilanjutkan dengan puncak acara pada sore hari.

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT