ADVERTISEMENT

Ketuk Swasta soal Minyak Goreng, Erick Thohir: Jangan Jadi Orang Asing!

Eko Sudjarwo - detikFinance
Sabtu, 09 Apr 2022 20:38 WIB
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menyampaikan pidato kebudayaan saat acara Zulhas Award. Dia berpidato di depan 3 kandidat potensial capres 2024.
Foto: Eko Sudjarwo/detikcom: Menteri BUMN kunjungan kerja di Lamongan, Jawa Timur
Lamongan -

Menteri BUMN Erick Thohir angkat bicara soal masalah minyak goreng. Dia meminta pihak swasta juga terlibat dalam pengadaan minyak goreng untuk rakyat, karena tidak bisa mengandalkan BUMN saja, yaitu PTPN.

Apalagi, menurut Erick, PTPN sebagai BUMN yang bergerak di sektor perkebunan hanya menguasai 4 persen perkebunan sawit. Sisanya mayoritas dikuasai oleh swasta.

"Minyak goreng sendiri kita ketahui sejak awal bahwa PTPN ini hanya mempunya 4 persen luas lahan CPO. Lalu kita bersama menampung dari petani mungkin jadi 7 persen. Nah yang mayoritas itu dari swasta," kata Erick Thohir saat Operasi Pasar minyak goreng murah di Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Lamongan Sabtu (9/4/2022).

Oleh sebab itu, lanjut Erick, pihaknya sejak awal mengetuk hati pihak swasta untuk juga punya komitmen penuh pada pemberian minyak goreng kepada rakyat. Kondisi yang ada saat ini, menurut Erick, swasta juga harus kembali bertanggung jawab untuk menyelesaikan dan tidak menjadi orang asing.

"Saya mengetuk swasta untuk juga punya komitmen penuh pada pemberian minyak goreng kepada rakyat. Ingat, kita sebagai bangsa Indonesia alhamdulillah, luar biasa. Kita mendapatkan berkah di Indonesia. Jadi ketika ada seperti ini, swasta juga harus kembali bertanggung jawab menyelesaikan. Jangan menjadi orang asing," ujarnya.

Erick menambahkan meski hanya menguasai 4 persen lahan sawit di seluruh Indonesia, PTPN tetap berupaya membantu rakyat dengan memproduksi minyak goreng dan menjualnya dengan harga terjangkau. Erick berharap langkah BUMN ini juga akan diikuti oleh pihak swasta untuk bergotong royong mengatasi permasalahan minyak goreng.

"Saya sangat mengetuk para swasta. Ayo selesaikan masalah minyak goreng ini. Ayo kita gotong royong. Kalau BUMN saja yang hanya punya 4 persen, melakukan perubahan seperempat dari produksinya untuk rakyat," kata Erick.

Operasi Pasar Minyak Goreng murah yang berlangsung di Desa Besur, Kecamatan Sekarang ini adalah minyak goreng produksi PTPN. Dalam operasi padar ini masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu per liter.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT