Produk UMKM Tembus Gerbang Afrika Lewat Mesir

Edward F. Kusuma - detikFinance
Senin, 11 Apr 2022 07:05 WIB
Jakarta -

KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di berbagai belahan dunia dapat dimanfaatkan sebagai market intelligence pemenuhan produk ekspor. Tujuannya, mempercepat arus informasi kebutuhan suplai. Terlebih di era digital dimana persaingan peluang pasar ekspor semakin terbuka.

Wakil Duta Besar Indonesia untuk Mesir, M. Aji Surya mengungkapkan tak sulit untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menembus pasar di luar negeri.

"Bicara peluang pasar di Mesir, kita mesti bicara ekonomi Mesir, kalau ekonomi Mesir tidak sehat tidak bisa absorb barang-barang kita," ujar Aji dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (7/4/2022).

Aji mengatakan meski di masa pandemi, stabilitas ekonomi Mesir tidak terpuruk seperti di negara-negara lain. jumlah wisatawan memang berkurang, namun kegiatan ekonomi warga berjalan tanpa hambatan.

"Perkembangan ekonomi tidak terpuruk tapi masih surplus, plus 3 pula. Jadi ini mesti kita catat bersama Mesir negeri kuat dalam ekonominya. Sehingga kebutuhannya masih banyak," ujarnya

Aji menuturkan, Mesir merupakan 'gerbang' perdagangan bagi pasar Afrika. kama, tidak heran bila Mesir menjadi peluang untuk ekspor yang seksi untuk Indonesia. di sinilah celah yang dapat diisi oleh pelaku UMKM.

"Selama 3 tahun terakhir trade ekspo Indonesia mendatangkan para buyer seluruh dunia dan Mesir itu menjadi 4 besar. Ini menunjukkan kalau pasarnya bagus, keren, maju. Di sisi lain, produk kita juga diterima dengan baik," paparnya.

Sementara itu, pelaku UMKM Komoditas Ekspor Nanang Shofinal Johan mengatakan secara perlahan Indonesia berhasil menggeser kompetitor produk pasar dari Thailand. Caranya dengan meningkatkan kualitas produk seperti punya kompetitor.

"Tren produk di Indonesia masuk menyusup pelan-pelan berkat kerja keras. Saya pelajari bagaimana mengambil barang produk Indonesia untuk geser produk Thailand," ujar Nanang.

Nanang membeberkan rahasia agar produk UMKM dapat mencuri perhatian di pasar perdagangan Mesir. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kuantitas dan kualitas barang.

"Barang harus ada, kuantiti memenuhi kuota atau pesanan itu pertama. Suplai stabil. Kemudian harus sesuaikan rasa, Indomie di Mesir itu rasa Mesir bukan rasa Indonesia, Filipina rasa Filipina artinya dengan cara saya tadi, kalau ada UMKM memberikan contoh, contoh itu saya terima terus saya kasihkan orang-orang Mesir di sekeliling saya, bagaimana ini, rasa bagus ,masuk harga seperti ini dikakulasikan juga," ungkapnya.

(ed/vys)