ADVERTISEMENT

Nama Jokowi Paling Sering Dicolek Netizen soal Minyak Goreng Mahal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Apr 2022 18:51 WIB
Jokowi
Foto: Presiden Joko Widodo (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi paling banyak disebut masyarakat saat terjadi gelombang kenaikan harga pangan. Semua keluh kesah kenaikan harga ditujukan masyarakat langsung kepada Jokowi.

Hal ini berdasarkan hasil riset Continuum Data Indonesia terhadap keluh kesah masyarakat di sosial media. Hasil riset Continuum menyebutkan ada 65% perbincangan di media sosial soal kenaikan harga menyebut nama Jokowi.

Data Analyst Continuum Natasha Yulian mengatakan hasil riset ini menunjukan kenaikan harga yang terjadi di tengah masyarakat merupakan masalah besar. Bahkan masyarakat sampai harus mengeluh langsung kepada orang nomor 1 di negeri ini.

"Kalau dilihat perbincangan semua orang mengaitkan kenaikan harga komoditas ini ke Presiden Joko Widodo. Artinya, ini masalah besar bagi masyarakat, karena yang dikaitkan ini langsung ke orang nomor 1 di negeri ini," ungkap Natasha dalam diskusi virtual, Kamis (14/4/2022).

Jokowi paling banyak disebut-sebut masyarakat ketika membicarakan soal kenaikan harga minyak goreng. Setidaknya 82% perbincangan masyarakat di media sosial soal minyak goreng menyinggung nama Jokowi.

Topik pembicaraan terbanyak soal minyak goreng sendiri adalah mengenai dorongan untuk penindakan mafia minyak goreng. Selain, itu masyarakat juga banyak membicarakan soal penjelasan mengenai kenaikan harga signifikan yang terjadi pada minyak goreng.

Natasha menjelaskan pihaknya mendapatkan data keluh kesah masyarakat dari media sosial Twitter. Riset dilakukan pada 96.057 pembicaraan dari 81.083 akun selama tanggal 30 Maret hingga 10 April 2022.

Selain minyak goreng keluhan masyarakat juga banyak terjadi pada kenaikan harga Pertamax, kenaikan harga LPG non subsidi, kenaikan harga daging, hingga kenaikan harga kedelai.

Dari riset yang dilakukan, Natasha mengatakan dari topik perbincangan harga berbagai komoditas paling banyak berisi soal keluhan. Setidaknya ada 69% keluhan yang diperbincangkan, dibandingkan pembicaraan lainnya yang lebih positif.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT